Tak Selalu Jahat, Berikut 5 Kriteria Utang yang Baik!

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 320 2255594 tak-selalu-jahat-berikut-5-kriteria-utang-yang-baik-R7giCnwSfF.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Orang yang seringkali memilih berutang cenderung memiliki kontrol keuangan yang lebih lemah. Namun, tidak semua utang adalah utang yang jahat, dalam artian hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif.

Utang dikategorikan dua bentuk, utang yang bersifat produktif dalam sisi baik dan ada pula yang bersifat konsumtif dalam sisi jahat. Utang produktif merupakan utang yang sehat, dibuat dengan tujuan menambah manfaat dan dapat menambah aset investasi maupun aset konsumsi.

 Baca juga: Kaum Milenial Harus Bisa Investasi hingga Siapkan Dana Pensiun, Begini Pertimbangannya!

Jadi utang yang baik adalah utang produktif yang memiliki manfaat lebih panjang daripada masa pembayaran utangnya. Seperti melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Minggu (2/8/2020), Berikut penjelasan utang produktif:

1. Utang yang Diperuntukkan untuk Menambah Aset

 

Dengan tingginya harga tempat tinggal, maka apabila menunggu sampai uang tercukupi tentunya mustahil. Apalagi asset property biasanya memiliki penambahan nilai antar 10% – 20% setiap tahunnya, tergantung pada lokasi di mana membeli propeti. Karena terjadi penambahan asset, maka utang seperti ini adalah utang yang sehat dan diperbolehkan.

 Baca juga: Ini 4 Tempat untuk Simpan Dana Darurat

2. Utang yang Diperuntukkan untuk Menambah Modal Usaha

Dengan tambahan modal, maka harapannya penghasilan di masa depan akan lebih besar. Oleh sebab itu utang yang dibuat untuk penambahan modal, masih termasuk ke dalam kategori utang yang sehat. Namun tetap harus berhati-hati dalam memperhitungkan, karena diupayakan adanya penambahan modal ini juga berpengaruh pada penambahan pendapatan, sehingga mungkin malah cicilan pinjaman yang terjadi selain bisa ditutup dari penambahan pendapatan.

3. Pembelian Aset Konsumsi Selama Aset tersebut Digunakan untuk Jangka Waktu di atas 5 Tahun

Beberapa kartu kredit akan menawarkan cicilan tetap atau bunga 0% untuk pembelian barang-barang tertentu, Apabila ternyata mendadak mesin cuci, tv atau alat elektronik mahal di rumah yang biasa dipergunakan sebagai bagian dari kebutuhan sehari-haru rusak, maka boleh berutang untuk membeli penggantinya dan masih masuk ke dalam kategori utang yang sehat.

4. Besaran Total Cicilan Tidak Melebihi 30% dari Pendapatan

Apapun utang yang telah dibuat, baik untuk KPR/KPA, cicilan kartu kredit, dan lain-lain, sebaiknya jumlah cicilan tidak melebihi dari 30% dari jumlah pendapatan yang diterima. Atau maksimum sebesar 40%, agar masih bisa mempergunakan pendapatan yang dimiliki, untuk keperluan biaya hidup yang lain.

5. Bukan Dipergunakan untuk Memenuhi Gaya Hidup

Mengikuti gaya hidup tidak akan pernah ada habisnya, dan tidak akan pernah cukup. Jadi kalau membeli gadget atau memilih untuk menghabiskan waktu banyak di tempat kopi-kopi kekinian dengan berutang, atau membayar dengan kartu kredit, tapi ternyata tidak memiliki penambahan asset, maka ini adalah suatu bentuk utang yang tidak sehat.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini