Berisiko Tinggi, Ojol Harus Tes Covid-19 Massal

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 19:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 320 2256345 berisiko-tinggi-ojol-harus-tes-covid-19-massal-fz6vEtv506.jpg Ojol (Okezone)

JAKARTA - Sejak masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi diterapkan di Jakarta ojek daring kembali diizinkan mengangkut penumpang di jalanan Ibu Kota. Pekerjaan itu dinilai berisiko tinggi terhadap penularan pandemi virus corona atau Covid-19.

Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S. Dillon mengimbau kepada pemerintah untuk melakukan tes Covid-19 secara massal terhadap mereka, sehingga, bisa mengetahui sejauh mana berbahayanya profesi itu dalam penyebaran pandemi.

 Baca juga: Catatan Menhub soal Ojol Beroperasi Selama Pandemi Covid-19

"Itu memang risikonya tinggi. Tapi sekali lagi mengukur risiko tetap harus ada testing yang massal," kata Harya dalam acara Market Review di IDX Channel, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, tes massal itu harus dilakukan karena mengingat kini banyak orang yang mengidap Covid-19 yang tak disertakan dengan gejala. Apabila pemerintah lamban menggelarnya, maka orang tanpa gejala (OTG) itu bisa menularkan orang tanpa diketahui orang lain.

 Baca juga: Tenang, Ini Cara Aman Naik Ojol dan Taksi Online selama New Normal

"Karena kita ada OTG begitu banyak menularkan orang. Kelengahan ini yang menyebabkan mungkin salah satunya angka kematian kita sedikit di atas rata-rata global," ujarnya.

Dia menyatakan bila nanti hasil tes massal itu menunjukkan banyak pengemudi online yang terpapar pandemi, maka penerapan protokol kesehatan yang telah ditetapkan tak dijalankan oleh mereka.

"Semua alat ukur yaitu hasil testing yang massal. Kalau tinggi, artinya SOP itu belum berhasil. Harapan saya SOP ini cukup berhasil," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini