KAI Rugi Rp1,33 Triliun dalam 6 Bulan Terimbas Covid-19

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2256579 kai-rugi-rp1-33-triliun-dalam-6-bulan-efek-covid-19-Dz1XGoJW5H.jpg KAI Rugi (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat kerugian pada semester pertama 2020 sebesar Rp1,33 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu raihan keuntungan KAI mencapai Rp1,23 triliun.

Mengutip laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (4/8/2020) kerugian KAI disebabkan beban pokok pendapatan. Di mana, total pendapatan pada semester satu tahun ini hanya mencapai Rp7,41 triliun atau merosot 38,91% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp12,13 triliun.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Penumpang Kereta Jarak Jauh Naik 2 Kali Lipat 

Adapun rincian pendapatan pada semester satu 2020 meliputi, pendapatan angkutan dan usaha lainnya sebesar Rp7,27 triliun, pendapatan konstruksi mencapai Rp 137 miliar. Sementara, pada semester satu 2019 pendapatan angkutan dan usaha lainnya mencapai Rp10,7 triliun dan pendapatan konstruksi sebesar 1,4 triliun.

Di sisi lain, perusahaan pelat merah harus tetap mengeluarkan anggaran pada pos beban pokok pendapatan. Hal itu menjadi faktor lain adanya tekanan laba perseroan sehingga merugi. Tercatat, total beban pokok pendapatan sepanjang semester satu 2020 mencapai Rp7,02 triliun, turun sedikit dengan beban pokok pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp8,94 triliun.

"Beban pokok pendapatan tersebut terdiri dari beban angkutan dan usaha lainnya sebesar Rp6,89 triliun dan beban konstruksi sebesar Rp137,13 miliar," demikian keterangan keterbukaan informasi BEI.

Baca Juga: 4 Syarat Wajib Naik Kereta Api Selama Pandemi Corona 

Lebih jauh, KAI juga mencatat beban usaha sebesar Rp1,27 triliun, turun tipis dari beban usaha periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,42 triliun. Bahkan, perseroan mengalami penurunan total aset hingga 30 Juni 2020 menjadi Rp44,50 triliun. Angka ini turun dibandingkan akhir Desember 2019 sebesar Rp44,90 triliun.

"Sementara jumlah liabilitas naik dari Rp25,09 triliun pada akhir Desember 2019 menjadi Rp26,11 triliun pada 30 Juni 2020," tulis BEI.

Untuk diketahui, kinerja KAI sebenarnya sudah mengalami pukulan sejak Maret 2020, terlihat dari kinerja kuartal pertama 2020. Pada periode tersebut, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp251,25 miliar. Jumlah ini turun 42,72% dibandingkan capaian kuartal pertama 2019 yang sebesar Rp438,69 miliar.

Pukulan telak dirasakan PT KAI pada Maret 2020, di mana rata-rata penumpang per hari hanya mencapai 275.000 orang, anjlok dibandingkan rata-rata penumpang pada Januari 2020 yang mampu mencapai 1,27 juta orang. Penurunan jumlah penumpang yang drastis ini akhirnya membuat pendapatan perusahaan turun, dari Rp1,88 triliun pada Januari 2020 menjadi Rp1,54 triliun pada Maret 2020.

Dari segi penjualan tiket, pada Maret 2020 pendapatan harian PT KAI anjlok 89% dibanding bulan Februari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini