Covid-19 Bikin 33,97% Warga Jabodetabek Tinggalkan Transportasi Umum

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 320 2257013 covid-19-bikin-33-97-warga-jabodetabek-tinggalkan-transportasi-umum-sCy52yBb1R.jpg New Normal di MRT Jakarta. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mencatat sebanyak 66,03% masyarakat Jabodetabek akan tetap setia menggunakan moda transportasi umum, meski pandemi virus corona selesai.

"Sebanyak 66,03% pengguna akan kembali pakai angkutan publik, tetapi 35,41% pengguna akan mengurangi frekuensinya. Sementara pengguna yang tetap menggunakan angkutan umum sebanyak 30,62%," kata Sekretaris Jenderal MTI Harya S Dillon, dalam diskusi virtual, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga: Penumpukan KRL Cs Dipicu Kantor Tak Disiplin WFH

Sementara itu, berdasarkan riset yang dilakukan MTI, tercatat 33,97% warga Jabodetabek yang semula kerap beraktivitas menggunakan transportasi umum, menyatakan tak akan kembali memakainya. Sehingga, mereka akan bepergian dengan kendaraan pribadi.

Dia menjelaskan, hasil survei juga menunjukkan kalau mereka kerap memanfaatkan ojek online sebagai transportasi pengumpan.

"Pengguna angkutan umum menggunakan ojol sebagai angkutan first mile sebanyak 39,1%, sepeda motor 24%, mobil 12,9%, jalan kaki 11,6%, angkot 8%, ojek pangkalan 1,8%, taksi 1,3% dan taksi online 1,3%," ujarnya.

Baca Juga: Dilema Ganjil-Genap, Pengguna Transportasi Umum Naik di Tengah Covid-19

Dia menambahkan, masyarakat yang menggunakan angkutan umum dan menggunakan ojek daring sebagai pengumpan last mile mencapai 44,9%.

"Memilih jalan kaki 26,7%, menggunakan angkot 10,2%, taksi online 6,2%, mobil 4,4%, ojek pangkalan 4,4%, sepeda motor 1,4%, dan taksi 1,3%," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini