Investasi Properti atau Emas, Lebih Menarik Mana?

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 04 470 2256559 investasi-properti-atau-emas-lebih-menarik-mana-zirYE8Vk3s.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Investasi pada instrumen investasi yang lebih aman saat ini menjadi pilihan yang tepat. Sebab, karena adanya pandemi virus corona ini, membuat instrumen investasi dengan tingkat risiko tinggi seperti saham justru akan merugikan karena nilainya akan turun.

Ada dua jenis investasi yang bisa dijadikan pilihan. Pertama adalah emas dan yang kedua adalah properti.

Baca juga: 5 Cara Mulai Kelola Gaji agar Hidup Lebih Sejahtera dan Tenang

Namun biasanya calon investor masih bingung akan memilih jenis investasi seperti apa. Apalagi bagi investor pemula yang takut jika uangnya akan hilang jika investasi di dua instrumen investasi tersebut.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, baik properti maupun logam mulia sama-sama menguntungkan. Tinggal bagaimana memilih jenis instrumen investasi seperti apa yang diinginkan.

“Tergantung dari modal yang kita miliki sih. Karena tipikal kenaikan harganya kan kurang lebih sama. Kecuali buat trading properti kalau investasi kenaikan harganya sama kurang lebih 7-10% per tahun,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (4/8/2020).

Emas

Dalam memilih instrumen investasi, modal menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Karena menurutnya, keduanya memiliki tingkat modal yang berbeda.

Sebagai salah satu contohnya adalah jika ingin investasi di logam mulia, maka dengan uang Rp1 juta sudah bisa dilakukan. Sementara bagi mereka yang ingin investasi properti, membutuhkan modal yang lebih besar.

“Akan beda banget di masalah modal awal. Kalau emas kita bisa dapat hari ini harga emas Rp1 juta kalau kita mau beli satu gram maka modalnya Rp1 juta. Cuma kalau properti modalnya enggak bisa cuma satu juta doang. Jadi kalau mending mana kembali lagi ke modal awal yang dimiliki,” kata Andi.

Emas

Namun menurut Andi, jika memiliki modal yang besar dan tak terbatas ada baiknya dibagi ke dalam dua jenis investasi. Misalnya 60% di properti dan 40% di logam mulia untuk meminimalisir risiko.

“Kalau modalnya gede memang gada masalah dengan modal saya pribadi akan menyarankannya dibagi dua. Logam mulia sama properti. Alasannya biar memitigasi risiko saja,” kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini