Harga Emas Tembus Rp1.048.000/Gram, Saatnya Jual?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 05 Agustus 2020 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 05 320 2257286 harga-emas-tembus-rp1-048-000-gram-saatnya-jual-yKXzTCxUwl.jpeg Harga emas (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas kini sedang mahal-mahalnya. Bagaimana tidak, hingga hari ini harga emas PT Aneka Tambang Tbk atau Antam masih berada di angka Rp1 jutaan per gram.

Lantas jika harga emas mahal waktu tepat untuk membeli atau justru menjual? Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, beli atau menjual tergantung dari manajemen uang masing-masing individu.

Bagi mereka yang memiliki uang terbatas ada baiknya untuk menahan atau menjual sebagian logam mulianya. Sedangkan bagi mereka yang memiliki uang lebih bisa membeli logam mulia sejak dini.

Baca Juga: Harga Emas Naik Gila-gilaan, Mending Beli Lagi atau Tunggu Turun?

"Kembali lagi money managementnya tiap orang. Pertama itu baru prediksi. Terus kalau misalkan ternyata mereka ada duit nganggur boleh enggak beliin emas lagi. Boleh saja," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (5/8/2020).

Namun bagi mereka yang akan membeli harus diperhatikan juga harga jual dan belinya. Jangan sampai ketika membeli justru harganya lebih tinggi dibandingkan harga belinya.

Hal serupa juga berlaku bagi mereka yang berniat untuk menjual. Jangan sampai niat hati ingin untung dengan menjual justru berakhir buntung.

Baca Juga: Mau Investasi Emas dan Properti? Intip Jenis-Jenis Risikonya

"Cuma, apalagi prediksinya naiknya sampai awal Agustus kan. Ingat itu adalah harga jual dan bukan harga beli dari tokonya dari Antam. Bukan harga bel," kata Andi.

Sebab menurut Andi, kadang-kadang saat harga jual naik tidak diikuti oleh harga beli. Jika hal tersebut terjadi, ada baiknya jangan menjual dahulu dan lebih baik disimpan lagi.

"Yang harus diperhatikan harga belinya berapa kalau harga belinya naik ya Alhamdulillah karena kita juga makin gede. Cuma kalau harga belinya enggak naik, ya tahan saja. Jadi kita harus perhatikan bahwa yang kita beli sekarang itu pastikan pas kita jual itu nantinya harus sudah untung. Karena kan harga belinya lagi buybacknya lebih rendah dibandingkan harga jualnya. Kita pastikan harus sudah untung. Jangan sampai pas mau jual lagi itu harganya kok masih belum naik," jelasnya.

Namun bagi mereka yang ingin menjadikan logam mulia untuk investasi jangka panjang bisa mulai membeli. Karena jika untuk jangka panjang, keuntungan yang didapat cukup terasa besar.

"Tapi misalnya pelindung nilai dibandingkan saya pegang cash yang nilainya menurun terus kita bisa nambah misalnya ke logam mulia tapi jangka panjang. Kalau mau ambil untung bisa setahun ke depan," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini