UMKM Terkoneksi Ekosistem Digital Gojek Lebih Tahan Pandemi

Agustina Wulandari , Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 16:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 11 2258068 umkm-terkoneksi-ekosistem-digital-lebih-tahan-pandemi-s9aHsMMJuo.jpg Foto : Dok.Gojek

JAKARTA - Gojek terus memberi kemudahan UMKM untuk migrasi dari offline ke ranah online. Sejak Maret 2020 tercatat sebanyak 40% UMKM telah disurvei dan baru bergabung di GoFood saat pandemi Covid-19, yang mana 94% UMKM berskala mikro dan 43% adalah bisnis pemula. Hal ini membuat para Mitra UMKM Gojek merasa bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Mitra menganggap solusi teknologi dan non-teknologi dari Gojek sangat membantu kelangsungan usaha mereka. Hal tersebut dirasakan oleh Mitra UMKM GoFood yang mendapatkan manfaat dari fitur teknologi pengaturan promosi mandiri dan periode promosi. Sementara Mitra UMKM social seller pengguna GoSend sangat merasakan manfaat dari fitur Layanan GoSend dalam Kota dan Layanan GoSend Antar-Kota. Sedangkan, Mitra UMKM GoPay merasakan manfaat dari fitur Penerimaan Pembayaran Non-tunai dan Aplikasi GoBiz.

Dalam waktu kurang dari 3 bulan, UMKM yang bergabung di ekosistem Gojek mendapatkan keterampilan dan pengetahuan baru, seperti skill berjualan online, pemanfaatan media sosial untuk bisnis, dan kreativitas dalam pemasaran. Dengan mendapatkan keterampilan dan pengetahuan tersebut 90% UMKM cenderung optimis bisa pulih dan tumbuh kedepannya menjadi Mitra UMKM Gojek.

Mitra UMKM Gojek menganggap mereka dapat beradaptasi di tengah pandemi karena berada di ekosistem Gojek, diantaranya 92% Mitra UMKM GoFood, 97% Mitra UMKM social seller pengguna GoSend, dan 89% Mitra UMKM GoPay.

Alfindra Primaldhi, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang telah dilakukannya menunjukkan peran ekosistem ekonomi digital dalam membantu UMKM, khususnya usaha mikro, untuk bertahan di masa pandemi. Kondisi pandemi ini menguji resiliensi (ketahanan), dan kemampuan adaptasi para pelaku usaha di masa krisis.

“Salah satu adaptasi itu adalah mengubah usaha tradisional menjadi usaha digital. Tampak juga bahwa para pelaku usaha cukup realistis melihat dampak panjang dari pandemi, namun mereka juga tetap optimis bahwa dengan berada dalam suatu ekosistem digital, usaha mereka dapat tetap tumbuh kedepannya, dan penghasilan mereka kembali seperti sebelum pandemi,” ujarnya.

Ia menambahkan, riset tersebut juga menunjukkan sektor swasta turut terkena dampak dari pandemi. Proporsi Mitra GoFood baru yang berasal dari pegawai swasta adalah sebesar 24%, sedangkan sebelum pandemi proporsi mitra dari pegawai swasta hanya 18%. Selain itu, mitra yang tidak punya pengalaman usaha sebelumnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 43% dibandingkan pendaftar sebelum pandemi.

“Maka dari itu, tampak bahwa usaha kuliner menjadi sumber penghasilan alternatif bagi orang-orang yang kehilangan, atau mengalami penurunan penghasilan selama pandemi. Keberadaan ekosistem ekonomi digital seperti Gojek mempermudah akses bagi pengusaha pemula," tutur Alfindra.

Gojek telah berkontribusi secara keseluruhan ke perekonomian nasional mencapai Rp104,6 triliun di tahun 2019. Sementara itu, nilai produksi di ekosistem digital Gojek selama tahun 2019 setara dengan 1% PDB nasional Indonesia.

Wakil Kepala Lembaga Demografi Dr. Paksi C.K Walandouw mengemukakan, di tahun 2019 kontribusi mitra Gojek dari 5 layanan (GoRide, GoCar, GoSend, GoFood dan GoPay) ke perekonomian Indonesia mencapai Rp104,6 triliun, meningkat karena kenaikan kontribusi mitra, terutama GoFood dan perluasan ekosistem.

“Bila dihitung menggunakan metode pendapatan domestik bruto (PDB), ekosistem digital Gojek nilai produksinya setara dengan 1% PDB nasional. Sumbangan ini secara relatif besar bila dibandingkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk beberapa Provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Gojek di sebuah kota juga menimbulkan efek domino di sektor lainnya. Dampak multiplier, atau kontribusi tidak langsung keberadaan Gojek pada ekonomi Indonesia di tahun 2019, mencapai Rp17,5 Triliun.

“Mayoritas (86%) UMKM di luar ekosistem Gojek seperti bengkel dan pedagang pasar mengalami peningkatan volume transaksi setelah ada Gojek di kotanya. Yang menarik adalah, lebih dari sepertiga UMKM (33%) mengaku bisa membuka cabang usaha baru setelah ada Gojek di kotanya. Ini artinya keberadaan platform digital di sebuah kota bisa membuat roda ekonomi bergerak semakin cepat,” pungkas Paksi.

CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini