Ancaman Resesi Ekonomi di Depan Mata, Saatnya Berhemat!

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 09:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 20 2257753 ancaman-resesi-ekonomi-di-depan-mata-saatnya-berhemat-Ppq5dPW1ah.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat penting dalam kondisi ketidakpastian ini. Apalagi kini ekonomi Indonesia sendiri berada di dalam ancaman resesi.

Bagaimana tidak, pada kuartal I-2020 ini ekonomi Indonesia berada di angkat -5,3%. Hal ini imbas dari pandemi virus corona yang terjadi di Indonesia.

Baca juga: Mau Investasi Emas dan Properti? Intip Jenis-Jenis Risikonya

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, dengan ancaman resesi ini diharapkan masyarakat bisa mulai menghemat pengeluarannya. Ada baiknya mengutamakan pengeluaran yang sifatnya kebutuhan.

Apalagi bagi mereka yang sudah mulai mengalami gangguan pada pemasukannya. Seperti misalnya bisnisnya terganggu atau perusahaan tempat bekerja secara keuangan sudah mengalami gangguan secara keuangan.

Baca juga: Mau Investasi Emas dan Properti? Intip Jenis-Jenis Risikonya

"Pastinya adalah terutama buat teman-teman yang mungkin ngerasa ada yang sudah mulai di tempat kerjanya nggak beres bisnisnya sudah mulai terganggu saranku pastinya untuk mulai berhemat," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).

Menurut Andi, sejak saat ini harus sudah mulai bijak dalam mengeluarkan uang. Misalnya adalah dengan mengutamakan kebutuhan untuk menunjang kegiatan dari mulai sekolah hingga pekerjaan.

"Atau mengatur pengeluaran dengan lebih bijak. Kita kan sudah memetakan pengeluarannya kebutuhannya apa saja yang harus dipenuhi. Cicilan, sekolah anak. Orang tuanya WFH juga butuh kuota nah itu kan hal hal yang harus didahulukan," kata Andi.

Sementara dari sisi makanan juga sudah mulai diatur atau ditekan. Menurut Andi, kebutuhan makanan atau minuman yang tidak perlu dan tidak dibutuhkan.

"Makanan yang enggak diperlukan ? Makan nasi pasti kita perlu cuma kan bosan deh misalnya makanan yang pakai pesanan ojol dan mungkin harganya lebih mahal. Misalnya oh ingin jajan Boba kopi hal-hal seperti itu yang saran saya kurangi lagi Karena kita mau alokasikan dana tersebut kita alokasikan untuk dana darurat," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini