Ekonomi RI Diambang Resesi, Pemasukan Masyarakat Makin Seret

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 20 2257833 ekonomi-ri-diambang-resesi-pemasukan-masyarakat-makin-seret-HxYGl9Un0b.jpg Ekonomi RI Minus pada Kuartal II-2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ekonomi Indonesia terancam akan resesi, setelah pada kuartal II mengalami pertumbuhan minus 5,32%. Perekonomian seperti ini pun berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, dampak paling terasa adalah pada pemasukan. Jika negara mengalami resesi maka pemasukan yang diterima masyarakat akan semakin sulit.

"Betul (resesi berpengaruh kepada pemasukan yang semakin seret)," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Ekonomi RI Minus 5,3%, Jokowi Angkat Bicara

Andi menjelaskan, saat resesi yang paling ditakutkan adalah gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebab, para perusahaan akan mengalami kesulitan.

PHK massal yang terjadi akan berpengaruh pada daya beli masyarakat. Sebab pendapatan menurun membuat masyarakat menahan belanjanya.

"Paling ditakutkan kan sebenarnya pengurangan karyawan. Otomatis juga akan mengurangi penghasilannya berkurang maka daya belinya akan berkurang," jelasnya.

Baca Juga: Diambang Resesi, Ekonomi RI Minus 5,32% Terburuk sejak 21 Tahun Lalu

Jika daya beli menurun hal ini juga akan berpengaruh pada masyarakat yang memiliki usaha. Karena menurun, maka barang dagangannya akan mengalami penurunan dari sisi penjualan.

"Jika daya beli berkurang para pebisnis juga penghasilannya akan berkurang juga. Nah itu yang ditakutkan seperti itu. Istilahnya perekonomian nggak muter. Karena duitnya jadi nggak muter bagaimana nggak muter orang duitnya aja nggak ada," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini