Ekonomi Lagi Sulit, Pikir-Pikir Dulu Sebelum Pinjaman Online

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 320 2257853 ekonomi-lagi-sulit-pikir-pikir-dulu-sebelum-pinjaman-online-7siZN1nLmp.jpg Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona membuat segala sesuatu menjadi sulit. Seperti pendapatan masyarakat ada yang berkurang karena produksi perusahaan berkurang sehingga gaji yang diberikan tidak penuh.

Bahkan ada juga perusahaan yang terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sebagai langkah efisiensi di tengah Covid-19. Tujuannya agar perusahaan bisa survive dalam menghadapi pandemi.

Pada situasi kesulitan ini, beberapa orang harus meminjam uang melalui aplikasi pinjam online. Khususnya mereka yang pekerjaannya terdampak virus corona.

Baca Juga: Indonesia Terancam Resesi, Yuk Siapkan Dana Darurat

Bagi yang keadaanya seperti itu, Perencana Keuangan Andi Nugroho menilai, kebutuhan mendesak seharusnya tidak menjadi alasan untuk langsung melakukan pinjaman lewat aplikasi online. Artinya, sebelum memutuskan ada baiknya berfikir terlebih dahulu secara jernih supaya tidak tercekik bunga besar.

"Jadi menurutku kondisi terdesak iya tapi mau enggak mau kita harus berfikir jernih juga dan berpikir realistis. Artinya kalau kita minjam, itu berarti kewajiban kita balikin," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (5/8/2020).

Baca Juga: Ancaman Resesi Ekonomi di Depan Mata, Saatnya Berhemat!

Pinjaman online memang seringkali menggiurkan sebab prosesnya sangat mudah dan pencairan dana relatif cepat dibandingkan harus meminjam ke Bank.

Namun dibalik kemudahan ada beberapa hal yang bisa menjerat peminjamnya. Karena bunga yang ditawarkan aplikasi pinjaman online ini relatif tinggi.

"Biar enggak terjebak pinjol yang pertama kali diperhatikan adalah memang namanya pinjaman online pasti bunganya bahkan ketika kita hanya minjm sebulan saja sampai 20%-30% sebulan itu. Tapi nanti bisa dicek lagi," jelasnya.

Menurut Andi, sangat wajar jika aplikasi pinjaman online menawarkan bunga yang tinggi. Karena fokus perusahaan adalah mencari keuntungan dari uang pinjaman tersebut.

"Jadi kita walaupun kondisinya terdesak. Entah itu kondisi sekarang kan lagi banyak udah kena PHK, pengurangan gaji, anaknya sudah mulai masuk sekolah biaya yang harus dikeluarin udah pusing dapet uang dari mana lagi. Oh ada yang nawarin pinjol terus ambil aja deh," kata Andi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini