Share

Kuliah di Luar Negeri, Cek Dulu Keuangannya agar Tak Kaget

Safira Fitri, Okezone · Kamis 06 Agustus 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 320 2257898 kuliah-di-luar-negeri-cek-dulu-keuangannya-agar-tak-kaget-VVljcvjHvg.jpg Siapkan Dana untuk Kuliah Sangat Penting. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pendidikan bagi sebagian orang dipersepsikan sebagai salah satu investasi untuk masa depan. Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi pun menjadi tujuan hidup.

Hanya saja butuh biaya pendidikan yang lebih bila memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Apalagi bila melanjutkan kuliahnya sampai ke negeri seberang, tentu dengan pertimbangan plus minus harus matang.

Menurut Perencana Keuangan Prita Ghozie, apapun pilihannya, selain persiapan mental, persiapan keuangan adalah salah satu faktor penting. Apabila tujuan keuangan ini mendapatkan prioritas yang utama dalam rencana keuangan, maka ada hal-hal yang sebaiknya dipersiapkan lebih dulu seperti berikut.

Baca Juga: Wajib Baca, 5 Cara Ini Ampuh untuk Redam Hasrat Belanja

Pertama, menentukan komponen biaya pendidikan. Persiapan biaya dapat disusun untuk memenuhi kebutuhan uang pangkal awal saja, atau untuk memenuhi seluruh kebutuhan biaya termasuk uang buku dan lainnya. Secara umum, biaya melanjutkan studi terdiri dari biaya persiapan, biaya universitas, serta biaya hidup selama studi.

"Apabila memutuskan untuk melanjutkan studi tanpa bekerja formal, maka penyesuaian biaya hidup sebaiknya dilakukan untuk anggaran bulanan," ujar Prita, dikutip dari laman pribadinya, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Berdasarkan sebuah riset yang dilaksanakan untuk pelajar strata 2 di Amerika Serikat, secara umum mahasiswa menghabiskan dana 30% untuk biaya kuliah, buku, serta riset, 25% untuk akomodasi dan makanan, sedangkan sisanya untuk lain-lain.

Baca Juga: Indonesia Terancam Resesi, Yuk Siapkan Dana Darurat

"Salah satu hal yang perlu dicermati bahwa biaya berlibur selama studi juga menjadi komponen yang perlu dipersiapkan juga," tulisnya.

Kedua, jangka waktu. Berikutnya adalah menentukan kapan kebutuhan biaya harus dipenuhi. Sisa jangka waktu yang dimiliki sejak sekarang hingga jatuh tempo kebutuhan dana menjadi durasi persiapan dana pendidikan.

Agak berbeda dengan persiapan dana pendidikan untuk anak, dana pendidikan untuk melanjutkan kuliah lagi umumnya berjangka waktu pendek hingga menengah. Untuk perhitungan kebutuhan masa depan, Sebaiknya juga mempertimbangkan faktor tingkat kenaikan biaya atau inflasi.

Ketiga, menghitung kebutuhan dana pendidikan lanjutan. Berdasarkan biaya-biaya yang perlu dipenuhi dan berapa lama lagi kebutuhan tersebut akan terjadi, maka dapat menghitung secara matematis jumlah kebutuhan dana pendidikan yang perlu dipersiapkan. Penambahan sumber pemasukan dari beasiswa dapat juga dipertimbangkan sebagai pengurang biaya.

Namun, sayangnya jumlah beasiswa baru akan diketahui beberapa saat sebelum memulai pendidikan. Apabila memiliki tanggungan seperti keluarga mau pun orang tua, maka pastikan juga kebutuhan dana untuk keluarga termasuk dalam perhitungan.

"Selain itu, proteksi keuangan dalam bentuk asuransi kesehatan mutlak dimiliki," tuturnya.

Keempat, penentuan produk keuangan. Setelah mengetahui kebutuhan dana pendidikan lanjutan, maka langkah berikutnya adalah menentukan produk keuangan apa yang tepat untuk menabung dan investasi. Secara umum, untuk memenuhi kebutuhan biaya dalam jangka waktu dibawah 2 tahun, dapat menggunakan bantuan aset seperti reksa dana pasar uang atau tabungan berjangka.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Sedangkan, untuk kebutuhan biaya dalam jangka waktu diatas 2 tahun, dapat memilih aset yang sedikit lebih agresif seperti reksa dana campuran. Namun demikian, aset investasi seperti properti atau pun bisnis, kurang disarankan untuk digunakan karena adanya faktor risiko likuiditas.

Kelima, implementasi. Langkah terakhir dalam persiapan dana pendidikan adalah memilih strategi untuk penyisihan sumber dana. Untuk yang bekerja dengan penghasilan tetap, metode terbaik adalah melakukan proses menabung dan investasi secara berkala setiap bulannya. Dana ini dapat dialokasikan dari gaji bulanan, dan idealnya hanya perlu alokasi sekitar 10% dari gaji.

"Untuk yang bekerja dengan penghasilan tidak tetap atau variabel, maka saat mendapat penghasilan alokasikan secara maksimal untuk langsung memenuhi kebutuhan investasinya. Pemilihan aset investasi pun kembali dapat disesuaikan karena proses investasi secara berkala mungkin lebih sulit dilakukan dengan nominal tetap bagi investor berpenghasilan variabel," ujarnya.

Perencanaan untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan lanjutan sebenarnya cukup sederhana. Sebelum memutuskan untuk melanjutkan kuliah, pertimbangkan dengan matang kemampuan finansial.

"Saran saya hindari berutang untuk memenuhi dana pendidikan. Alternatifnya, sumber pendanaan dari beasiswa seperti baik dari pemerintah maupun dari organisasi tertentu lebih disarankan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini