Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Akan Kembangkan Pariwisata Bali

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 07 Agustus 2020 21:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 07 320 2258828 proyek-jalan-tol-gilimanuk-mengwi-akan-kembangkan-pariwisata-bali-vpbNKlJVyf.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Dok PUPR)

Menteri Basuki menyatakan, saat ini tahapan rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sudah memasuki tahapan studi kelayakan (FS) dan akan segera dievaluasi, selanjutnya akan dikeluarkan izin prakarsanya. “Setelah itu baru penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Bali, lalu Oktober 2020 kita bisa tender dan Maret 2021 sudah bisa tanda tangan kontrak untuk memulai pekerjaan konstruksinya,” tuturnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa rencana pengembangan jalan tol tersebut merupakan kebutuhan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang sering terjadi pada jam - jam padat, di samping juga untuk mewujudkan akses yang cepat menuju Denpasar maupun arah sebaliknya dari Denpasar menuju Gilimanuk. "Saat normal, waktu tempuh dari maupun menuju Gilimanuk mencapai 4 hingga 5 jam lebih. Jika ada saja kendaraan besar bermuatan berat berjalan pelan," jelasnya. Intinya tol ini akan menjadi jalur alternatif logistik dan pariwisata.

Diungkapkan Koster, untuk tahap pertama pembangunan akan dilakukan dari Pekutatan - Soka dengan panjang sekitar 20 km, karena menurutnya sepanjang jalur tersebut sering terjadi kemacetan. “Pemprov Bali siap mendukung untuk pembebasan lahan. Kalau trasenya sudah ditentukan, maka akan dilengkapi dengan dokumen untuk pembebasan lahan,” ujarnya.

Sedangkan untuk tahap kedua Koster menyatakan, pembangunan akan dilanjutkan dari Soka ke Mengwi, dan tahap ketiga baru dari Gilimanuk ke Pekutatan. Meskipun rencana titik akhir jalan tol tersebut berada di Mengwi, Koster menyatakan jalan tol ini juga akan dikembangkan lagi pada rencana berikutnya untuk jalur Mengwi – Gianyar hingga akses antar kabupaten bisa ditempuh sesingkat mungkin. “Total anggaran pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi diperkirakan sekitar Rp 14 triliun,” ungkapnya.(rzy)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini