Ekonomi Indonesia Diprediksi Tak Resesi di Kuartal III, Berikut Alasannya

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 20 2259760 ekonomi-indonesia-diprediksi-tak-resesi-di-kuartal-iii-berikut-alasannya-BedXN14KAb.jpg Ekonomi RI (Shutterstock)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat minus 5,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan adanya penurunan ini, Indonesia terancam masuk ke jurang resesi.

Ekonom Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Fajar B Hirawan mengatakan, jika dilihat secara makro ekonomi, Indonesia berpeluang tidak mengalami resesi. Pasalnya, Indonesia telah mencuri start pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 pada Juni 2020.

 Baca juga: Ekonomi RI Minus 5,32%, Tim Pemulihan Ekonomi: Kita Tidak Kaget

"Kalau Kuartal III kan mulai Juli-September, jadi menurut saya dengan ekonomi sudah mulai berjalan dan itu bisa dilihat dari beberapa indeks khususnya indeks PMI yang sudah mengalami rebound cukup tinggi di level 40 di bulan Juli, kemudian indeks harga konsumen juga sudah mulai meningkat dari bulan Juli kemarin," ujar Fajar dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (10/8/2020).

Krisis

Dia pun optimis dengan pemulihan ekonomi yang telah berjalan ini akan menghindarkan Indonesia dari resesi dan otomatis pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan positif.

 Baca juga: Jurus Maut Erick Thohir agar Indonesia Tak Masuk Jurang Resesi

"Kalau kita dihadapkan sama resesi atau tidak saya masih optimis bahwa ekonomi kita masih bisa tumbuh positif di kuartal III, minimal 0,3 sampai 0,1 persen menurut saya," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini