Share

Ingin Investasi di Reksa Dana? Perhatikan 5 Hal Berikut

Safira Fitri, Okezone · Senin 10 Agustus 2020 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 278 2259699 ingin-investasi-di-reksa-dana-perhatikan-5-hal-berikut-weUQHdBhF9.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek dan Manajer Investasi. Reksa dana juga sebagai wadah dan pola pengelolaan dana atau modal.

Reksa dana memiliki banyak keunggulan yang ditawarkan. Hal ini yang membuat Reksa Dana cukup banyak yang minat akan investasi tersebut.

Melansir dari laman pribadi Prita Ghozie, Jakarta, Senin (10/8/2020), berikut langkah-langkah yang bisa menjadi panduan dalam memulai reksa dana:

1. Tentukan tujuan berinvestasi

Reksa dana memiliki beberapa jenis, dengan 4 pilihan yang paling popular: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Masing-masing jenis memiliki potensi return yang berbeda dan tentu saja resiko investasi yang berbeda. Lebih jelasnya bisa baca artikel Apa dan Mengapa Reksa dana.

2. Hitung kebutuhan investasi reksa dana

Bagi investor pemula, Prita menyarankan untuk melakukan investasi secara berkala dan teratur, dengan jumlah nominal yang sama dan ditempatkan di produk yang sama.

Contohnya, jika mau membeli produk reksadana campuran Danareksa Syariah Berimbang, maka belilah dengan nominal misal Rp. 100rb setiap bulan selama jangka waktu berinvestasi.

3. Pilih produk reksa dana

Saat ini, ada lebih dari ratusan produk reksa dana yang ditawarkan oleh berbagai Manajer Investasi. Agar sesuai dengan kebutuhan, berikut cara mensortir daftar tersebut:

- Pilihan reksa dana mana saja yang bisa terima setoran investasi dengan jumlah minimal Rp. 100ribu per bulan.

- Biasakan selalu sempatkan membaca prospektus dan fund fact sheet yang berisi kebijakan investasi produk reksa dana yang sedang diincar, siapa saja orang yang meracik reksa dana, dan tentu saja jumlah dana kelolaan.

- Pilih juga reksa dana yang secara konsisten memberikan return selama kurun waktu setidaknya 3 tahun terakhir.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

4. Beli reksa dana melalui agen penjual atau langsung ke Manajemen Investasi

Favoritnya adalah membeli via bank yang bertindak sebagai agen penjual. Saat ini juga sudah banyak bank yang bisa jadi pilihan.

Selain itu, saat ini pun sudah banyak sekuritas yang menawarkan pembelian reksa dana secara online. Ingat, untuk datang ke bank atau browsing online setelah melakukan riset sendiri. Otherwise, resikonya nanti bingung-bingung di bank lalu malahan membeli produk yang tidak sesuai.

5. Monitor investasi reksa dana secara berkala

Nah, bagian paling penting setelah memutuskan untuk membeli reksa dana dan membuat program investasi berkala, ya sediakan dananya! Sistem akan mendebit rekening tabungan secara otomatis, tanpa adanya sistem pengingat.

Jadi, kalau saat tanggal debit dananya kosong, maka bulan tersebut terancam gagal berinvestasi. Setiap bulan, akan terima laporan dari bank custodian tentang laporan kinerja dan jumlah kepemilikan reksadana. Evaluasi lah setidaknya 6 bulan sekali, apakah investasi berjalan sesuai dengan rencana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini