Marak Obat Penyembuh Covid-19, Ini Penyebabnya

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 13:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 320 2259755 marak-obat-penyembuh-covid-19-ini-penyebabnya-do52eJc1xV.jpg Beredar Banyaknya Obat-obatan yang Katanya Bisa Sembuhkan Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti banyaknya merek vaksin corona yang beredar meluas di masyarakat.

Ketua YLK Tulus Abadi mengungkapkan, berdasarkan laporan yang sejak Maret hingga Juli 2020. Ada empat alasan di balik marak bermunculan obat yang diklaim bisa sembuhkan virus corona.

"Kalau kita lihat banyak saat ini vaksin corona yang beredar karena pertama itu tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat karena takut terinfeksi Covid-19, dikarenakan belum ada obat atau vaksin," kata Tulus dalam diskusi virtual, Senin (10/8/2020).

Baca Juga: Erick Thohir: Biaya Imunisasi Vaksin Covid-19 Ditanggung Pemerintah

Menurut Tulus, lemahnya literasi masyarakat terhadap kesehatan mendorong munculnya obat-obat tersebut. Terlebih kurang pahamnya klaim-klaim obat atau jamu memiliki levelnya masing-masing, yakni menyembuhkan, mengobati, meringankan, membantu meringankan dan lainnya.

"Belum optimalnya penegakan hukum jadi masyarakat banyak yang percaya dengan vaksin corona yang beredar padahal belum tentu benar," jelasnya.

Baca Juga: Uji Coba Vaksin Covid-19 Hanya Warga Bandung Raya, Erick Thohir Tak Termasuk

Dia menambahkan, agar pemerintah membenahi proses hukum mengenai produk herbal yang tidak mengantongi izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya, hukum saat ini hanya vonis ringan yang tidak memberi jera bagi pelakunya, akibatnya kasus berulang dan pelakunya masih sama.

"Jalan keluar yang saya rekomendasikan memperbarui politik manajemen penanganan wabah, tak bisa atasi pandemi jangan mimpi ekonomi akan membaik. Mendorong peningkatan literasi masyrakat," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini