Pertumbuhan Ekonomi Minus, Jokowi: Harus Kita Syukuri, Coba Lihat Amerika

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 11 Agustus 2020 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 11 20 2260296 pertumbuhan-ekonomi-minus-jokowi-harus-kita-syukuri-coba-lihat-amerika-9XJghw0teB.png Jokowi (Foto: Setkab)

BANDUNG - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia bersyukur meski pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2020 minus 5,32%. Pada kuartal III-2020, pemerintah akan bekerja keras agar ekonomi tidak minus dengan berbagai macam stimulus.

Sebab, jika ekonomi kuartal III-2020 kembali minus, Indonesia masuk jurang resesi, mengikuti negara Asean lainnya seperti Singapura dan Filipina.

Baca Juga: Kerja Keras dalam 3 Bulan, Presiden Jokowi: Supaya Ekonomi RI Tak Resesi 

Jokowi menyebut di kondisi saat ini Indonesia tetap harus bersyukur. Hal ini mengingat banyak negara yang pertumbuhan ekonomi sudah minus belasan.

“Tapi kita juga patut bersyukur meskipun kita minus 5,32%. Coba kita lihat Italia minus 17,3%, Jerman minus 11,7 %, Perancis minus 19%, Amerika minus 9,5%. Ini patut kita tetap harus alhamdulillah, harus kita syukuri itu,” kata Jokowi saat memberikan arahan penanganan covid di Kota Bandung, Selasa (11/8/2020).

 

Kendati demikian, Jokowi akan kerja keras dalam tiga bulan, mulai dari Juli, Agustus hingga September 2020 agar ekonomi Indonesia tidak masuk dalam jurang resesi. Sebab, jika kuartal III-2020 ekonomi kembali minus, Indonesia masuk resesi.

Jokowi meyakini pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia membaik meski pada kuartal II-2020, ekonomi Indonesia minus 5,32%. Namun tentunya butuh kerja keras.

“Tapi saya optimis di kuartal ketiga kita akan lebih baik dari yang kuartal kedua. Dan kita ingin tumbuh positif tapi memang ini perlu kerja keras. Kunci ada di bulan Juli, Agustus dan September supaya kita tidak masuk dalam kategori resesi ekonomi,” kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini