Pembahasan RUU Cipta Kerja Sudah Hampir Selesai

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 12 Agustus 2020 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 12 320 2261181 pembahasan-ruu-cipta-kerja-sudah-hampir-selesai-shwZAHZpk4.jpeg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR telah selesai 75%. Diharapkan dalam waktu dekat rancangan regulasi itu bisa segera dirampungkan dan menjadi acuan para investor yang ingin menanamkan modal di Tanah Air.

“Terkait UU Ciptaker, pembahasannya sudah melebihi 75%, tentu diharapkan pembahasan akan terus dilanjutkan. Ini menjadi catatan karena ditunggu para investor,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga: RUU Cipta Kerja di New Normal Lahirkan Peluang Baru bagi Pekerja

Dia menyatakan terciptanya Undang-Undang itu sudah berdasarkan hasil kajian bersama antara pemerintah, legislatif dan para pengusaha. “Berterima kasih kepada Apindo yang aktif dan apresiasi kesepakatan yang dicapai. Tentunya ini akan menjadi masukan yang akan dibahas dalam panja,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyiapkan skenario pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 melalui RUU Cipta Kerja. Dalam jangka menengah setelah covid-19, pemerintah akan meningkatkan kecepatan pemulihan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada tahun 2021 akan dapat dicapai jika kebijakan pemulihan ekonomi dan exit policy serta RUU Cipta Kerja dapat diimplementasikan sesuai rencana,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian RI Iskandar Simorangkir dalam keterangannya, Kamis 21 Mei 2020.

Baca Juga: Survei RUU Cipta Kerja, Hasilnya Diyakini Ciptakan Banyak Pekerjaan

Pandemi Covid-19 telah menghantam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi turun drastis dari 5,02% di 2019 menjadi 0,50% di 2020.

“Pandemi covid-19 juga berakibat bertambahnya angka pengangguran dan kemiskinan. Sehingga pemerintah diharuskan untuk melakukan pemulihan ekonomi yang cepat dan mencapai pertumbuhan yang tinggi,” jelas Iskandar.

“Langkah pemulihan ekonomi nasional yang diambil oleh Pemerintah adalah dengan melakukan penciptaan lapangan kerja melalui Omnibus Law RUU Cipta Kerja,” tambah Iskandar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini