Founder dan Ekonom Senior CORE Indonesia Hendri Saparini mengatakan Stimulus ekonomi dan ketahanan sektor keuangan tengah mengalami ketidakpastian yang akan semakin tinggi terutama terjadi pada tantangan dan peluang setiap negara itu berbeda.
"Tentu kita tidak bisa mengikuti negara lain, karena tergantung struktur kemampuan pada masing-masing negara sehingga kita tidak bisa mengikuti negara-negara lain dan dilihat dari peluang yang kita miliki untuk terbebas atau menghindari dari hard clambing ekonomi kita ini akibat Covid-19,“ jelas Hendri Saparini.
Karena menurut saya stimulus ekonomi tidak akan efektif, kalau kita tidak bisa menghentikan Covid-19, kalaupun Indonesia memiliki struktur berbeda dengan negara lain kita harus ada review ulang, apa benar kita harus segera cepat membuka ya, karena biaya untuk membuka ekonomi dalam kondisi kita masih kenaikan kasus itu tidak murah," paparnya
Lebih lanjut Hendri mengatakan, sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang terkena dampak pandemi, meskipun begitu sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari kebijakan sektoral-sektoral yang lain untuk menciptakan satu market supaya perekonomian bisa berjalan kembali.
OJK sebagai satu otoritas melakukan fungsi-fungsi pengawasan terhadap sektor keuangan atau industri jasa keuangan Indonesia. Dan menanggapi hal tersebut, OJK sudah mengantisipasi beberapa potensi kemungkinan dampak lebih dalam.
Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengatakan, potensi masalah cukup besar di sektor keuangan ada pada risiko kredit dibanding masalah-masalah lainnya. maka dari itu, dengan permasalahan tersebut pemerintah berupaya mengambil langkah-langkah strategis, baik dari sisi moneter maupun fiskal.