Rakyat Menanti Pidato Jokowi Selamatkan Ekonomi dari Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 20 2261994 rakyat-menanti-pidato-jokowi-selamatkan-ekonomi-dari-resesi-x5hZWP63qA.jpg Pidato Kenegaraan Jokowi pada 2019. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan Pidato Kenegaraan hari ini di Gedung MPR-DPR. Hal yang akan disampaikan mengenai RUU APBN 2021 hingga Nota Keuangan.

Pidato Kepala Negara pun sangat dinanti karena kondisi ekonomi tertekan imbas krisis virus corona. Karena itu, pidatonya harus mencakup perluasan bansos ke masyarakat kelas menengah selain dari subsidi gaji bisa juga serta bantuan langsung tunai untuk pelaku umkm yang terdampak.

Ekonom Indef Bhima Yudistira menekankan agar yang disampaikan harus mengutamakan pemulihan ekonomi dalam mengambil kebijakan luar biasa dalam menghindari resesi yang sudah didepan mata.

"Karena resesi semakin dalam di kuartal ke III-2020 dan berisiko berlanjut di 2021," kata Bhima, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga: Jelang Nota Keuangan, PLN Pantau Kelistrikan di Gedung MPR-DPR

Dia menambahkan dari sisi pengembangan SDM juga penting digarisbawahi. Dalam situasi pandemi terjadi booming ekonomi digital dan membutuhkan sumber daya manusia (sdm) yang berkualitas.

Berikut asumsi makro ekonomi 2021:

-Pertumbuhan Ekonomi 4,5-5,5%

-Tingkat Inflasi 2,0-4,0% (3% plus minus 1%)

-Nilai Tukar Rupiah 13.700-14.900

-SBN 10 tahun 6,29-8,29%

Target Pembangunan

-Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 7,7-9.1%

-Tingkat Kemiskinan 9,2-9,7%

-Rasio Gini 0,377 - 0,379

Indikator Pembangunan

-Indeks Pembangunan Manusia 72,78 - 72, 95

-NTP dan NTN (nilai tukar petani dan nelayan) 102 - 104

Baca Juga: Puan Cek Kesiapan Ruang Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi

- Harga Minyak Mentah atau ICP ditetapkan sebesar USD42 hingga USD45 per barel

- Lifitng migas sebesar 1.650 hingga 1.720 barel minyak per hari (BOEPD). Dengan rincian minyak bumi sebesar 690 hingga 710 BOPD dan lifting gas bumi 990 hingga 1.010 BOEPD.

- Volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi ditargetkan sebesar 15,79 kiloliter (kl)

- Volume minyak solar 15,31 hingga 15,80 kiloliter

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini