JAKARTA - Secara umum, investasi merupakan wahana penanaman aset atau dana yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau perorangan dengan harapan mendapat keuntungan di kemudian hari.
Investasi juga kerap dilakukan untuk mencapai tujuan keuangan. Namun, setiap hal pasti memiliki risiko tersendiri jika kurang dalam melakukan perhitungan.
Melansir dari laman Instagram Pritaghozie, Jakarta, Kamis (13/8/2020), berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan bagi investor pemula.
Baca Juga: Ekonomi RI di Ambang Resesi, Investasi Apa yang Cuan?
1. Tidak memiliki tujuan keuangan
Investasi jika diartikan dalam sebuah istilah adalah hanya salah satu kendaraan yang akan mengantar untuk mencapai tujuan. Yang perlu dipertanyakan yaitu, apa tujuannya? Dari pertanyaan tersebut jika sudah terjawab, baru bisa memilih investasi apa yang tepat untuk diri ini.
2. Membeli investasi karena ikut-ikutan
Dalam hal berinvestasi ada sebuah istilah fenomena FOMO (fear of missing out), di mana jika sudah mengalaminya akan sangat berbahaya bagi diri sendiri.
Sesederhana jika memilih investasi yang bukan karena punya tujuan tertentu, namun ternyata karena manut-manut saja dengan pengalaman seseorang yang dianut. Pengalaman orang tersebut boleh saja dijadikan salah satu pertimbangan, akan tetapi bukan satu-satunya pertimbangan yang dimiliki.
Baca Juga: Bantuan Karyawan Rp600.000/Bulan Bisa Tingkatkan Konsumsi?
3. Mudah tergoda "Cuan Besar dan Instan"
Nah, perandaiannya adalah jika semua bisa cepat dapat keuntungan dengan secara instan seperti halnya, setelah mengikuti workshop atau sebuah grup dengan biaya jutaan rupiah, sepertinya kantor pada gulung tikar dan seluruh karyawannya berhenti.
Jadi, perlu memahami bahwa investasi merupakan sebuah proses. Kuncinya adalah lengkapi dengan ilmu, bukan hanya nafsu, dan harus sabar.
4. Mendapat informasi yang berlebihan
Seperti, dari sekian banyak akun mengenai sharing finansial, pasti merasa bingung, mana yang lebih tepat dan benar? Jadi perlu memahami betul segala hal juga memiliki ujungnya.
Sebagai calon pelaku investasi, seharusnya bersikap kritis saat misalnya ada opini "hanya saham satu-satunya investasi, yang lainnya bukan" motivasinya dimana? Lantas Prita menyebutkan, "kendaraan saja ada sepeda, motor, mobil, kereta, pesawat, dan lainnya. Pilihan berdasarkan tujuan, kemampaun finansial, dan profil risiko kan?" ujarnya.
Pesan dari dirinya adalah, cek latar belakang pemilik akun, apakah informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Tidak punya dana darurat, bahkan investasi dengan berutang
Nah, hal ini merupakan kesalahan fatal para pemula yang tergoda dengan keuntungan investasi instan. Tidak siap dengan dana darurat bahkan berutang demi modal yang lebih besar. Padahal, semua investasi mengandung dengan skala yang berbeda.
Sebaiknya, buatlan rencana keuangan lebih dahulu sebagai panduan. Jangan hanya bernafsu.
Menurut Prita sendiri, investasi adalah salah satu kendaraan terbaik untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan. Bekali diri dengan ilmu, jalankan prosesnya dengan sabar, dan lakukan evaluasi secara berkala.
"Start small but start now. The best time to invest is 10 years ago, the second best time is today." pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)