Jenuh dengan Kerjaan dan Macet Ibu Kota, Long Weekend Tepat untuk Rehat

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 19 Agustus 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 19 320 2264430 jenuh-dengan-kerjaan-dan-macet-ibu-kota-long-weekend-tepat-untuk-rehat-QoZTQcR6Y1.jpg Liburan (Shutterstock)

JAKARTA - Long Weekend bisa menjadi salah satu momen yang pas untuk pergi berlibur. Apalagi untuk para karyawan yang sudah dengan jenuh dengan pekerjaannya serta lingkungan tempat kerjanya.

Perencana keuangan Safir Senduk mengatakan, rutinitas sehari-hari memang terkadang membuat para pekerja bosan. Apalagi bagi para pekerja yang bekerja di wilayah Jabodetabek yang mana kemacetan selalu dirasakan ketika berangkat maupun pulang kerja.

 Baca juga: Lowongan Kerja Data Analyst, Profesi yang Lagi Hype

"Orang kalau kena kemacetan itu kan ya mereka jadi boring, bosan jadi dikit dikit yuk kita libur," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (19/8/2020).

Oleh karena itu, beberapa karyawan biasanya mengambil cuti panjang untuk bisa berlibur. Selain cuti, momen long week end juga seringkali dimanfaatkan oleh para karyawan untuk bisa pergi berlibur ke tempat wisata atau sekedar berkunjung ke keluarga besar.

 Baca juga: Usaha Tahu Kripsi dengan Franchise, Simple tapi Menguntungkan

"Orang pergi kantor sebagai karyawan kadang-kadang mereka bosan juga mungkin sehari-hari rutin udah gitu jalan macet sehingga banyak orang ambil cuti panjang orang ambil liburan," jelasnya.

Kemacetan yang terjadi di Ibu Kota atau kota besar lainnya bisa dipengaruhi oleh beberapa hal. Bisa juga dari infrastruktur yang belum memadai untuk menampung kendaraan yang ada, atau jumlah motor dan mobil di kota tersebut terlampau banyak.

"Kalo kaya gini terus ekonomi gimana bisa produktif. Penyebabnya bisa jadi yang mungkin infrastruktur kita di Indonesia yang mungkin enggak begitu bagus sehingga mungkin kita gampang kena kemacetan," kata Safir

Namun terlalu banyak libur pun tidak baik untuk produktivitas karyawan. Karena, jika terlalu banyak libur roda atau kegiatan ekonomi tidak akan berjalan.

"Saya sih waktu tahun 2018, 2019 itu saya tuh kesel sama aturan tanggal merah. Karena dikit-dikit tanggal merah dikit-dikit tanggal merah. Karena kalau tanggal merah Rabu, atau enggak Kamis orang udah ambil cuti panjang," jelas Safir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini