4. Perlu Pikir Dua Kali
Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, jika memang ingin investasi uang edisi kemerdekaan hendaknya berpikir dua kali. Karena menurutnya harga jual kembali dari uang tersebut sulit diprediksi dan dipantau.
5. Hanya Dicetak 75 Juta Lembar
Penerbitan mata uang baru senilai Rp75.000 bukanlah mencetakkan uang yang ditujukan untuk beredar bebas di masyarakat.
"Mata uang ini berbentuk uang kertas pecahan nominal Rp75.000 dengan jumlah lembar yang dicetak sebanyak 75 juta yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan selaku wakil pemerintah dan Gubernur Bank Indonesia," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani.
6. Harga Sulit Ditentukan
Menurut Mike Rini, salah satu yang menjadi kekurangan apabila menjadikan uang Rp75.000 sebagai investasi adalah harga dari barang tersebut sulit untuk ditentukan. Apalagi jika menjualnya ke orang-orang yang tidak memiliki latar belakang atau suka mengoleksi barang antik.
"Tapi siapa yang akan menentukan nilainya? Tentunya orang yang memang yang suka mengoleksi. Buat orang yang enggak suka mengoleksi barang itu mah itu enggak ada nilainya kan cuma uang zaman dulu," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)