Share

Unik, Penyandang Disabilitas Produksi Batik Motif Corona

Yudha Prawira, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 320 2266431 unik-penyandang-disabilitas-produksi-batik-motif-corona-47UKHHLPPh.jpg Batik Corona (Foto: Yudha/Okezone)

SURABAYA - Di tengah pandemi Covid-19 sejumlah para penyandang disabilitas tuna rungu wicara di Surabaya melakukan aktivitas unik seperti berkreasi dengan memproduksi batik bermotif virus corona.

Menariknya, hasilnya pun keren dan memiliki nilai jual tinggi. Hal tersebut seperti yang dipamerkan pada Rumah Edukasi Batik Wistara di Surabaya. Para penyandang tuna rungu wicara asal unit pelaksana teknis, UPT rehabilitasi sosial tuna rungu wicara Bangil Pasuruan ini terlibat penuh dalam produksi batik corona.

Baca Juga: Labu Madu Asli Indonesia Tembus Ekspor ke Singapura, Untung Ratusan Juta

Mulai dari proses pembuatan alat canting cap motif corona dari bahan kardus, melukis kain dengan cara menempelkan atau mencap motif corona di atas kain setelah sebelumnya dicelupkan ke dalam lilin yang telah dipanaskan, hingga proses pewarnaan, pengeringan, pencucian dengan air panas dan menjahit sampai menjadi pakaian batik.

Dengan alasan mengambil peluang yang sedang terjadi di tengah pandemi Covid-19 saat ini, membuat batik motif corona menjadi pilihan dan ide unik untuk menuangkannya pada kreasi tersendiri.

batik

Selain itu, hal ini juga dapat mengenalkan budaya asli Indonesia kepada anak-anak, dan dikenal secara umum lebih fokus dalam melakukan kegiatan serta pengelolaan Rumah Edukasi Batik Wistara Surabaya yang melibatkan para penyandang disabilitas dalam produksi batiknya.

Ariyono Setiawan sebagai pengelola Rumah Edukasi Batik Wistara di Surabaya tersebut mengatakan, kreasi batik motif corona dari para penyandang disabilitas tersebut juga mendapat respons positif di pasaran, yang di mana dijual dengan kisaran harga dari Rp150.000 hingga Rp200.000.

 

Di samping itu, rumah edukasi yang tidak hanya memproduksi dalam bentuk kain atau pakaian juga memproduksi secara khusus untuk masker, yang akhirnya juga alami kebanjiran pesanan oleh berbagai komunitas maupun instansi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini