Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Defisit APBN Kian Melebar Capai Rp330,2 Triliun

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2020 |12:04 WIB
Defisit APBN Kian Melebar Capai Rp330,2 Triliun
Uang Rupiah (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN 2020 tercatat mencapai Rp330,2 triliun atau 31,8% dari patokan dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 senilai Rp1.039,2 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan realisasi defisit anggaran itu setara dengan 2,01% PDB.

"Realisasi defisit APBN kita saat ini cukup besar, karena itu dampaknya terhadap defisit APBN akan sangat besar hingga akhir tahun," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: 1,5 Bulan Jadi Penentu Ekonomi RI Kuartal III, Apakah Resesi?

Dia merinci belanja negara hingga 31 Juli 2020 tercatat senilai Rp1.252,4 triliun atau 45,7% dari pagu Rp2.739,2 triliun. Realisasi belanja negara itu tumbuh 1,3% dibandingkan penyerapan per akhir Juli tahun lalu yang senilai Rp1.236,3 triliun.

Sementara itu, realisasi penerimaan perpajakan hingga Juli 2020 tercatat senilai Rp711 triliun atau 50,6% dari target Rp1.404,5 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 12,3% dibandingkan realisasi akhir Juli 2019 senilai Rp810,6 triliun.

Sedangkan realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp922,2 triliun atau terkontraksi 12,4% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp1.052,4 triliun.

"Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 54,1% dari target senilai Rp1.699,9 triliun," katanya.

Dia menambahkan kenaikan defisit hingga 79,5% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 183% menggambarkan penerimaan mengalami tekanan.

"Belanja naik akibat COVID-19 dan oleh karena itu dampaknya ke defisit sangat besar. Sampai akhir tahun estimasi 6,34% dari GDP, sampai akhir Juli defisit adalah 2% dari GDP," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement