Modal Rp7 Juta, Orang Ini Rintis Usaha Jam Tangan dengan Material Semen

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 08:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 320 2267535 modal-rp7-juta-orang-ini-rintis-usaha-jam-tangan-dengan-material-semen-fOw38r53Jl.jpg Jam Tangan Lakanua Berasal dari Tugas Kuliah. (Foto: Okezone.com/Lakanua)

JAKARTA - Membuka usaha jam tangan di tengah pandemi virus corona bisa menjadi salah satu pilihan dalam merintis usaha. Supaya menarik, jam tangan yang dijual pun harus beda dengan produk yang lainnya.

Misalnya, ada produk jam tangan yang menggunakan material estetik seperti semen hingga batu alam. Tapi, berapa modal usaha untuk memulai usaha jam tangan tersebut?

Salah satu Founder Brand Jam Tangan Lakanua Restu Irwansyah Setiawan mengungkapkan, saat pertama kali membuka usaha jam tangan dengan material semen, modal pertama yang disiapkan sekira Rp7 juta.

Baca Juga: Sektor Pariwisata Redup, Desa di Bali Ini Bangkitkan Perekonomian dengan Bertani

"Modal pertama pas kuliah duit jajan juga sebenarnya. Itu pun enggak langsung genjreng segitu totalnya. Kalau kita Rp7 juta bagi dua (bersama temannya) terus dari uang jajan nyicil pula," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).

Jam Tangan Lakanua

Sebenarnya, kata Restu, dalam membuat satu produk apapun itu modalnya relatif. Namun jika berdasarkan Harga Pokok Penjualan (HPP) satu produk jam dihargai Rp250.000.

Antara HPP produknya dengan modal awal tidak bisa disamakan. Karena ada beberapa modal yang diperuntukan untuk membeli barang yang tidak bisa dibeli satuan.

Baca Juga: Manfaatkan Hobi Jalan-Jalan, Begini Cara Sukses Jadi Travel Blogger Berpenghasilan

"Sebenarnya menghitungnya kalau HPP itu bisa sampai Rp250.000, cuma kan banyak minimum order ya kalau pembelian. Kalau book item itu kan mahal banget hitungannya kaya misalkan beli mesin enggak bisa satu kalau ngomongin modal sama HPP beda sih," jelasnya.

Dari modal awal Rp7 juta, keuntungan yang didapat Restu dengan rekannya pun cukup menjanjikan, karena produknya sudah banyak diminati orang. Dalam sebulan, pihaknya bisa menjual 50 hingga 60 pcs jam tangan. Di mana kisaran harga jam tangan Lakanua dari Rp460.350 hingga Rp699.000.

Selain produk jam, Lakanua juga sebenarnya menjual aksesoris tali jam tangan. Rata-rata dari harga jual tali jam ini adalah Rp98.500 per pcs.

"Kalau dulu sih 1-5 Alhamdulillah. Itu empat tiga tahun lalu paling banyak. Kalau sekarang-sekarang 50-60 pcs. Lumayan lah bisa mutar," kata Restu.

Sebagai informasi, pembuatan jam tangan Lakanua terinspirasi dari tugas kuliah Restu dan temannya. Ketika itu dirinya sedang melakukan eksplorasi material produk dalam jurusan desain produk.

"Jadi awal mulanya dari kuliah karena kita kebetulan jurusannya desain produk, jadi sudah ada basic ilmunya di eksplorasi material dan produk gitu," ujarnya.

Kemudian ide membuat jam pun muncul pada 2008-2012. Ketika itu, tren jam tangan terbuat dari kayu. Melihat tren tersebut, Restu bersama dengan temannya melihat ada peluang bisnisnya. "Dari situlah kurang lebih klop nih pasarnya," kata Restu.

Restu mulai membuat jam tangan kayu. Dirinya memutar otak supaya jam tangan yang dikembangkan berbeda dengan produk yang tren saat itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini