JAKARTA - Dalam membuka usaha, biasanya seseorang dipaksa untuk menekan rasa egoisnya. Terutama ketika mendesain produknya, harus bisa mengikuti pasar.
Hal tersebut dilakukan agar produk yang dijual bisa diterima oleh pasar. Sehingga modal besar yang dikeluarkan tidak sia-sia karena bisa balik modal atau bahkan untung besar.
Baca Juga: Sektor Pariwisata Redup, Desa di Bali Ini Bangkitkan Perekonomian dengan Bertani
Namun hal tersebut justru tidak dilakukan oleh salah satu brand jam lokal yakni Lakanua. Salah satu Founder Brand Jam Tangan Lakanua Restu Irwansyah Setiawan mengatakan, dalam membuat produknya justru mengandalkan keegoisan dari setiap desainernya.
Menurutnya, jika mengikuti tren maka akan tergerus karena pergerakannya cepat dan tak pernah habis. Lagi pula, saat ini belum ada produk jam tangan dengan material artistik seperti semen dan batu alam yang ada di Indonesia untuk dijadikan pembanding.

"Kalau kita sebenarnya susah kalau ngomongin tren. Kita lebih ke egoisnya kita dikeluarin. Biasanya kan brand meredam keegoisan. Kalau di Lakanua mengeluarkan keegoisannya justru," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (26/8/2020).
Oleh karena itu lanjut Restu, salah satu caranya adalah dengan mengandalkan keegoisan masing-masing desainernya. Dengan harapan bisa menciptakan tren sendiri.