Pendapatan Astra Agro Lestari Naik Jadi Rp8,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Fahmi Achmad, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 278 2268184 pendapatan-astra-agro-lestari-naik-jadi-rp8-5-triliun-ini-penyebabnya-YjYuw8wa2A.jpg Pendapatan Astra Agro Lestari Naik Jadi Rp8,5 Triliun, Ini Penyebabnya. (Foto: Astra Agro Lestari)

JAKARTA - Meski berada di tengah pandemi Covid-19, PT Astra Agro Lestari Tbk mampu mencatatkan kinerja finansial yang positif pada semester I-2020. Pendapatan bersih Perseroan naik 6,5% dari Rp8,5 triliun pada semester I-2019 menjadi Rp9,1 triliun. 

Kenaikan pendapatan ini ditopang kenaikan harga jual rata-rata CPO Perseroan selama tahun 2020 seperti yang sudah disampaikan pada Public Expose LIVE 2020, yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (26/8/2020).

BACA JUGA : Harga CPO Melonjak, Pendapatan Astra Agro Naik 6,5 Persen

Selama semester I-2020, harga jual rata-rata CPO Astra Agro naik 25,9% dari Rp 6.441 per kilogram tahun 2019 menjadi Rp 8.109 per kilogram.

Kenaikan harga CPO di tengah pandemi disebabkan oleh meningkatnya daya serap pasar dalam negeri sebagai dampak dari pelaksanaan program mandatori B30 oleh Pemerintah.

Dari sisi operasional, pada periode yang sama, produksi CPO Astra Agro turun 15,2% dari 834 ribu ton menjadi 707 ribu ton sebagai dampak dari cuaca kering yang terjadi di tahun sebelumnya.

Selama pandemi, kata Santosa, kegiatan operasional di perkebunan kelapa sawit Astra Agro berjalan normal. Perseroan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat di mana physical distancing diterapkan dalam seluruh kegiatan karyawan serta menyiapkan perlengkapan dan sarana mencegah penularan Covid-19, seperti dengan pemakaian masker dan penyediaan disinfektan. Selain itu, juga diberlakukan pembatasan akses keluar masuk ke dalam wilayah areal perkebunan.

BACA JUGA : Tetap Tumbuh Positif, Laba Jasa Marga Tembus Rp105,7 Miliar

Tantangan selain Covid-19 adalah puncak musim kemarau yang berpotensi mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Perseroan melakukan pencegahan dengan meningkatkan langkah-langkah antisipatif, seperti diperkuatnya Fire Management System dengan penggunaan Unmaned Aerial Vehicle (UAV), pesawat tanpa awak atau drone yang diterbangkan secara rutin untuk memantau kondisi sekitar perkebunan.

Di samping itu, Astra Agro menyiapkan infrastruktur seperti unit pemadaman, embung, simulasi serta koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait, maupun sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan secara intensif. (*)

(spi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini