Deretan Masalah yang Dihadapi Bisnis Startup

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 455 2268424 deretan-masalah-yang-dihadapi-bisnis-startup-dUbWEtxTQz.jpg Ilustrasi Startup (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Startup saat ini sedang tren di kalangan milenial. Tetapi, membangun bisnis tersebut tidaklah semudah membalikkan tangan.

Plt Deputi Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN Jumain Appe menjelaskan beberapa kendala yang kerap dialami para calon pelaku usaha startup di Indonesia. Salah satu masalah yang sangat krusial dan banyak menimpa mereka adalah saat ingin mendapatkan izin edar atau sertifikasi untuk mendirikan usahanya.

“Mungkin kebijakan-kebijakan dan regulasi pemerintah yang membuat para startup ini terhambat karena di dalam memenuhi kebijakan itu memerlukan proses yang panjang. Misalnya proses izin atau izin edar atau proses sertifikasi,” kata Jumain dalam diskusi virtual, Kamis (27/8/2020).

Baca Juga: Valuasi SpaceX Rp676 Triliun, Masih di Bawah TikTok 

Menurut dia, untuk seorang pelaku usaha startup dalam menuntaskan proses sertifikasi memerlukan waktu yang panjang dan biaya yang mahal. Sehingga, karena keterbatasan uang, percobaan mereka kandas di tengah jalan.

“Memerlukan waktu yang tidak mampu membiayai secara penuh ke arah sana. Karena itu kerjasama dengan investor akan memberikan kemudahan ke depannya,” ujarnya.

Selain itu, kendala lainnya adalah yaitu produk yang dihasilkan oleh seorang peneliti dalam menjalani usaha startup tak laku di pasaran. Ini dikarenakan saat proses penciptaan produknya kurang melakukan survei ke masyarakat.

 

“Misalnya bagaimana mereka memasuki pasar. Barangkali karena peneliti atau inovator itu banyak menghasilkan produk-produk yang mereka hasilkan tidak laku di pasar,” ujarnya.

Dia menyebut, akademisi, pebisnis dan pemerintah diharuskan untuk duduk bersama menciptakan kebijakan yang ramah kepada pelaku usaha startup. Sehingga, banyak yang menanamkan modalnya untuk berinvestasi di Tanah Air.

“Kita mengharapkan bahwa para peneliti bisa kita hubungkan untuk kita kerja sama pada pihak-pihak yang bisa memberikan bantuan dalam mengembangkan suatu usaha,” kata dia.(kmj)

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini