Daur Ulang Kemasan Mi Instan Bisa Jadi Aspal Jalanan

Natasha Oktalia, Jurnalis · Sabtu 29 Agustus 2020 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 29 455 2269526 daur-ulang-kemasan-mi-instan-bisa-jadi-aspal-jalanan-rLF4x3aXFF.jpg Daur Ulang Kemasan Mie Instan Jadi Aspal. (Foto: Okezone.com/Dok. UI)

JAKARTA - Aspal tidak selamanya harus berbahan dasar biji aspal. Namun ternyata bisa berasal dari daur ulang plastik multiplayer. Aspal hasil daur ulang tersebut menggunakan 75 kilogram (Kg) sampah dari limbah bekas plastik kemasan mi instan.

Buktinya pengaspalan dari limbah mi instan itu telah dilakukan di jalan Prof. Dr. Sumitro Djoyohadikusumo, Kampus UI Depok, dengan luas area pengaspalan seluas 241 meter persegi.

Baca Juga: Intip Penghasilan 4 YouTuber Kelas Dunia, Angkanya Fantastis

Jika uji coba berhasil, nantinya komplek UI akan kembali memanfaatkan aspal daur ulang tersebut. Di mana komposisi bahan yang ideal, penambahan limbah akan meningkatkan kualitas stabilitas jalan hingga 40% sesuai dengan hasil pengujian Tim Peneliti UI, Perusahaan konstruksi Wasco dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Aspal

“Daur ulang limbah plastik bernilai rendah sebagai bahan campuran aspal merupakan solusi efektif dan berdaya guna terhadap masalah tumpukan limbah plastik yang menjadi masalah lingkungan di Indonesia. Pada sisi lain, hal ini mampu meningkatkan kualitas aspal." ujar Ahli Teknologi Polimer dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik UI (DTMM-FTUI) Dr Mochamad Chalid, dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2020).

Selain itu, dirinya mengatakan bahwa hal tersebut akan membuat kualitas jalan akan menjadi lebih kuat dan tahan lama. Di mana pengolahan plastik diolah dari aspal biasa yang dicampur dengan 5%-6% cacahan sampah plastik.

Baca Juga: 8 YouTuber Indonesia yang Raup Untung hingga Rp13,8 Miliar

Pasalnya limbah sampah plastik dari kemasan mi instant tersebut terdiri dari polietilena dan polipropilena yang merupakan limbah dari PT Samudera Montaz, yakni perusahaan kemasan multiplayer di Indonesia.

Selanjutnya, limbah tersebut dicacah hingga siap untuk dijadikan bahan campuran aspal. Jika memang aspal tersebut tahan lama, tentunya akan berpotensi menghemat biaya perawatan jalan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini