Share

Resesi Tak Mengancam Emiten Perbankan, Kok Bisa?

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 278 2270101 resesi-tak-mengancam-emiten-perbankan-kok-bisa-al9JgPx9OQ.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Ancaman resesi ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 dinilai tidak akan terlalu mempengaruhi harga saham emiten perbankan. Hal itu karena pasar bukan melihat resesi melainkan ketersediaan vaksin Covid-19.

Head of Technical Analysis Research PT BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, secara technical dari sektor finance pun masih mungkin untuk tetap eksis menjelang kuartal III-2030. Meskipun untuk jangka waktu pendek rawan terjadi koreksi, namun emiten perbankan diperkirakan masih tetap akan rally.

 Baca juga: Saham Emiten 3 Sektor Ini Bisa Berpotensi Cuan, Intip Pergerakannya

"Ada rawan koreksi meskipun koreksi di sektor indeks selama dia masih di atas 1.170 sampai 1.200 saya pikir masih akan rally karena yang diliat pasar bukan resesi ya tapi vaksin, kalau ada vaksin mungkin pasar akan lebih optimis lagi dibanding isu resesi," ujar Andri dalam acara Market Opening IDX Channel, Senin (31/8/2020).

Dengan adanya ekspektasi kemungkinan vaksin Covid-19 tersedia di awal tahun 2021, hal itu dimungkinkan akan direspons oleh pasar. Meskipun pasar masih melihat ada kekhawatiran sampai menjelang akhir tahun karena kemungkinan ekonomi masih akan bergejolak.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Kokoh di Akhir Pekan

"Tapi kalau saya pikir dengan ada stimulus pemerintah dan kebijakan moneter bank Indonesia seharusnya bisa ikut mengantisipasi the worst yang akan terjadi," kata dia.

Mengenai emiten perbankan yang dia rekomendasi, dia menyarankan kepada saham-saham yang berada di second liner, seperti BRIS, AGRO, BJBR, BJTM, BNGA dan BNII.

 Baca juga: IHSG Bergerak di Level 5.233-5.380, Simak 5 Saham Pilihan

"BRIS meskipun naik 700 persen karena sentimen BUMN syariah merger di tahun depan jadi positif. Saya pikir kalau dia bisa bertahan di Rp1.015 sampai Rp1.050 sampai Rp1.500," ucapnya.

"AGRO pun bagus, yang kemarin BJBR sudah tembus Rp990 ya terbitnya sekarang Rp1.180 sampai Rp1.350. BJBR juga kita perhatikan bisa dibawah Rp600 bisa koleksi biasanya Rp650. BJTM, BNGA, BNII, saya pikir dana bond relatif murah ya," sambungnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini