LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan Simpanan, Ini Besarannya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 31 Agustus 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 320 2270211 lps-tahan-tingkat-bunga-penjaminan-simpanan-ini-besarannya-CiIrw83SOb.jpeg LPS Tahan Tingkat Bunga (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah melakukan evaluasi tingkat bunga penjaminan untuk simpanan dalam Rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta untuk simpanan dalam Rupiah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Tingkat bunga penjaminan simpanan untuk periode 30 Juli 2020 sampai dengan 30 September 2020 tidak mengalami perubahan, dengan rincian Rupiah di bank umum sebesar 5.25% dan valas sebesar 15%. Sedangkan Rupiah di BPR sebesar 7,75%.

Baca Juga: BPS Sebut Jumlah Populasi Bisa Tentukan Masa Depan Pembangunan Indonesia 

Sekretaris Lemmbaga Muhammad Yusron mengatakan, tingkat bunga penjaminan yang berlaku saat ini dipandang masih sejalan dengan perkembangan suku bunga pasar simpanan serta kondisi likuiditas yang relatif stabil sepanjang periode evaluasi.

"Selanjutnya LPS akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kebijakan tingkat bunga penjaminan serta terbuka melakukan penyesuaian sesuai perkembangan yang ada," kata dia di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Sesuai ketentuan, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, maka simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, LPS mengimbau bank untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dan maksimum nilai simpanan yang dijamin oleh LPS.

Adapun sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau agar perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

"Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas dan tetap mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," beber dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini