Minat IPO Meningkat, BEI Ungkap Dana Hasil IPO Rp4,2 Triliun

Shifa Putri, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 278 2270778 minat-ipo-meningkat-bei-ungkap-dana-hasil-ipo-rp4-2-triliun-CHcM0R832K.jpg Minat IPO Meningkat, BEI Ungkap Dana Hasil IPO Sebesar Rp4,2 Triliun. (Foto: IDX Channel)

JAKARTA - Memasuki pertengahan 2020, dampak pandemi memberikan banyak pengaruh bagi perekonomian Indonesia tak terkecuali Pasar Modal. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan minat perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal. Tercatat hingga Agustus dana hasil penghimpunan dari mekanisme Intial Public Offering (IPO) sebesar Rp4,2 triliun.

BACA JUGA : Hingga Agustus 2020, BEI Catat Dana Hasil IPO Sebesar Rp4,2 Triliun

“Hingga tanggal 31 Agustus 2020, Bursa Efek Indonesia telah mencatatkan sebanyak 37 Perusahaan Tercatat baru saham, 58 emisi obligasi dari 41 perusahaan, serta pelaksanaan rights issue/HMETD dari 12 perusahaan,” ungkap Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna kepada awak media, pada Senin (31/8/2020).

Adapun rincian besaran nilai perolehan dana dari masing-masing aksi korporasi yakni, IPO Saham sebesar Rp4,2 triliun, Penerbitan Obligasi sebesar Rp45,9 triliun, dan Rights issue/HMETD sebesar Rp10,8 triliun.

BACA JUGA : Perusahaan Benny Tjokro Dinyatakan Pailit, Ini Komentar BEI

“Sampai dengan 31 Agustus 2020, masih terdapat 11 perusahaan yang berencana akan melakukan pencatatan saham di BEI dan bergerak pada beberapa sektor dengan rincian, 4 perusahaan dari sektor property, real estate dan building construction, 2 perusahaan dari sektor trade, services and investment, 2 perusahaan dari sektor consumer goods industry, 2 perusahaan dari sektor miscellaneous industry,dan 1 perusahaan dari sektor finance,” sebut I Gede Nyoman Yetna.

Selain itu, lanjutnya, saat ini terdapat 20 perusahaan yang akan menerbitkan 23 emisi obligasi/sukuk yang berada dalam pipeline di BEI. Sekadar diketahui, 1 perusahaan dapat menerbitkaan lebih dari 1 emisi obligasi. (*)

(fad)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini