Setelah PLN, Kini Mulan Jameela 'Sentil' Pertamina

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 10:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 320 2270641 setelah-pln-kini-mulan-jameela-sentil-pertamina-Wosgj0YWkq.jpg Anggota Komisi VII Mulan Jameela Minta Harga Pertamax Diturunkan. (Foto: Okezone.com/Instagram Mulanjameela)

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela kembali menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor energi. Minggu kemarin soroti utang PLN, kini istri Ahmad Dhani tersebut mempertanyakan upaya Pertamina yang akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite.

Mulan mempertanyakan sejauh mana Pertamina sudah melakukan kajian terkait rencana penghapusan Premium dan Pertalite? Pasalnya, kata Mulan, penghapusan BBM jenis tersebut berdampak tidak baik untuk masyarakat.

Baca Juga: Mulan Jameela Minta Harga Pertamax Diturunkan Setara Premium

"Kami ingin menanyakan sejauh mana Pertamina sudah melakukan kajian mendalam terkait rencana penghapusan premium dan pertalite ini. Mengingat saat ini kita ketahui semua sedang mengalami ujian pandemi Covid-19, apabila Premium dan Pertalite ini dihapus tentu akan berdampak yang tidak baik untuk masyarakat," tuturnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin, (31/08/2020).

Baca Juga: Viral Video Mobil Wapres Isi BBM Pakai Jeriken, Begini Penjelasan Setwapres

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pun menjawab bahwa Pertamina tengah meninjau kembali penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan.

Pasalnya, ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan penggunaan BBM harus di atas RON 91.

"Artinya, ada dua produk yang kemudian tidak boleh dikelola dan dijual di pasar yaitu Premium dan Pertalite. Namun demikian, kita akan melakukan pengkajian karena premium dan pertalite konsumennya paling besar," paparnya.

Sebelumnya, Mulan juga menyoroti persoalan utang PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Mulan mencecar besaran utang PLN yang mencapai Rp694,79 triliun. Dia bilang, jumlah utang itu akan membuat kinerja perseroan tidak sehat.

"Merujuk laporan keuangan PLN kuartal I 2020, PLN memiliki utang jangka panjang Rp 537 triliun dan utang jangka pendek sebesar Rp 157,79 triliun dengan demikian total utang PLN menjadi Rp 694,79 triliun. Jumlah itu membuat PLN tidak sehat," ujar Mulan.

Mulan

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini