Agustus Deflasi, Bukti Daya Beli Masyarakat RI Merosot

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 16:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 320 2270936 agustus-deflasi-bukti-daya-beli-masyarakat-ri-merosot-BpuvXtTcXo.jpeg Inflasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bulan Agustus tercatat IHK mengalami deflasi sebesar 0,05%, setelah pada bulan Juli tercatat deflasi sebesar 0,01%. Sementara itu, secara tahunan, inflasi mengalami perlambatan menjadi sebesar 1,32% yoy, lebih rendah dibanding inflasi periode sebelumnya sebesar 1,54%yoy.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan deflasi pada bulan Agustus disebabkan oleh kelompok harga barang bergejolak yang mengalami deflasi sebesar 1,44% mom, dan berkontribusi pada deflasi sebesar 0,24%. Secara spesifik deflasi didorong oleh 3 komoditas, yaitu daging ayam ras (0,09%), bawang merah (0,07%) dan tomat(0,02%).

Baca juga: Agustus Deflasi, BPS Sebut Perawatan Pribadi Malah Inflasi dengan Andil Tertinggi

"Dari sisi bawang merah, musim panen disertai dengan permintaan yang belum meningkat drastis mendorong adanya oversupply pada komoditas ini, sehingga harganya cenderung mengalami penurunan," jelasnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, untuk komoditas daging ayam, pembatasan aktivitas ekonomi mendorong menurunnya permintaan akan daging ayam di UMKM makanan, yang kemudian mendorong penurunan harga daging ayam.

Baca juga: BPS Catat Agustus Alami Deflasi 0,05%

Pada bulan Agustus, inflasi inti cenderung mengalami peningkatan dibandingkan bulan lalu, dengan membukukan inflasi bulanan sebesar 0,29% mom, lebih tinggi dibanding inflasi inti pada bulan sebelumnya sebesar 0,16% mom. Sementara itu, inflasi tahunan masih mengalami perlambatan ke level 2,03% yoy. Inflasi inti ditopang oleh 2 barang/jasa, yaitu pendidikan dan emas.

Seiring dengan awal masuk tahun ajaran baru, lanjut dia terjadi kenaikan harga pada jasa pendidikan sehingga inflasi di produk ini mencapai 0,57% mom atau sebesar 1,61% yoy. Adapun kontribusi inflasi di sektor ini menyumbang sebesar 0,03%. Adanya tren kenaikan harga emas pada bulan Agustus juga kembali menyumbang inflasi sebesar 0,12%.

Secara umum, inflasi inti pada bulan Agustus mengurangi tekanan deflasi dari perekonomian. Secara umum, inflasi inti juga cenderung rendah mempertimbangkan daya beli yang belum membaik signifikan meskipun pemerintah sudah meluncurkan beberapa stimulus lanjutan pada akhir bulan Agustus seperti pemberian gaji ke 13 bagi ASN, penyaluran subsidi gaji bagi pekerja dengan gaji

"Secara keseluruhan, dengan tekanan inflasi yang rendah tersebut mengindikasikan tingkat konsumsi masyarakat cenderung masih dalam tren menurun dari awal tahun hingga pertengahan kuartal III tahun 2020 ini," beber dia. Namun demikian dengan peningkatan penyerapan belanja pemerintah termasuk anggaran PEN serta pemberian stimulus lanjutan untuk mengungkit daya beli masyarakat pada kuartal III tahun ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini