2 Sentilan Maut Mulan Jameela ke PLN dan Pertamina

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 01 September 2020 20:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 320 2271103 2-sentilan-maut-mulan-jameela-ke-pln-dan-pertamina-ky4zQ1IhoJ.jpg Listrik (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kinerja PT Pertamina (Persero) dan PLN menjadi sasaran empuk Anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela saat Rapat Dengar Pendapat (RDP). Kedua BUMN itu diminta bekerja memperbaiki performanya agar bisa memberikan keuntungan untuk negara.

Okezone mencatat beberapa fakta pernyataan istri Ahmad Dhani tersebut yang membuat direksi perusahaan pelat merah itu tercengang. Di antaranya mempertanyakan utang PLN yang jumlahnya triliunan. Selain itu ihwal sejauh mana proses Pertamina terkait rencana penghapusan BBM subsidi, yaitu Premium dan Pertalite.

Baca Juga: Cecar Bos PLN soal Utang Rp694 Triliun, Mulan Jameela: Mengagetkan dan Tak Sehat

Mulan mencecar sejumlah besaran utang milik PLN. Utang tersebut digadang mencapai Rp694,79 triliun. Tentunya hadirnya utang tersebut membuat kinerja perseroan tidak akan sehat.

"Jumlah itu membuat PLN tidak sehat," ujar Mulan, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Mendengar pernyataan itu, Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menjelaskan asal muasal utang tersebut. Di mana itu merupakan berasal dari pemerintah terkait utang subsidi listrik.

Baca Juga: Dirut Jamin PLN Tak Bangkrut jika Pemerintah Bayar Utang Rp48 Triliun

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini berharap pemerintah segera membayar utang tersebut. Di mana sebelumnya telah dijanjikan akan dibayar pada akhir Agustus atau awal September 2020.

"Kami sedang menunggu dengan berdebar-debar. Kami sudah dapat janji sebelum akhir Agustus ini dibayar, mudah-mudahan demikian," ujar Zulkifli.

Tak hanya itu, Mulan pun juga mempertanyakan perkembangan Pertamina dalam menghapus BBM Premium dan Pertalite. Pasalnya, kata Mulan, penghapusan BBM jenis tersebut berdampak tidak baik untuk masyarakat.

"Kami ingin menanyakan sejauh mana Pertamina sudah melakukan kajian mendalam terkait rencana penghapusan Premium dan Pertalite ini. Mengingat saat ini kita ketahui semua sedang mengalami ujian pandemi Covid-19, apabila Premium dan Pertalite ini dihapus tentu akan berdampak yang tidak baik untuk masyarakat," tuturnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Senin, (31/08/2020).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pun menjawab bahwa Pertamina tengah meninjau kembali penggunaan BBM dengan oktan (RON) rendah di bawah 91 yang tidak ramah lingkungan.

Pasalnya, ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 20 Tahun 2017 yang mensyaratkan penggunaan BBM harus di atas RON 91.

"Artinya, ada dua produk yang kemudian tidak boleh dikelola dan dijual di pasar yaitu Premium dan Pertalite. Namun demikian, kita akan melakukan pengkajian karena Premium dan Pertalite konsumennya paling besar," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini