Industri Ritel Tumbuh 10%, Daya Beli Masyarakat Meningkat Karena BLT

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 320 2271646 industri-ritel-tumbuh-10-daya-beli-masyarakat-meningkat-karena-blt-qrLofvpiS4.jpg Minimarket (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menyebut industri ritel mulai menunjukkan adanya pergerakan positif. Selama Agustus 2020, kinerja sektor ritel mampu tumbuh 8%-10%

Peningkatan tersebut yakni di berbagai sektor ritel dari anggota di Aprindo maupun di Indonesia, seperti supermarket, hypermarket, department store. Dengan adanya peningkatan ini, Roy pun berharap bantuan tunai atau subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk terus ditingkatkan dan dilanjutkan.

 

Menurutnya, dengan adanya beberapa bantuan tunai di antaranya bantuan tunai Rp2,4 juta untuk 13 juta UMKM, kemudian bantuan subsidi upah yang berkaitan dengan tenaga kerja yang bergaji di bawah Rp5 juta, kemudian adanya subsidi lain misalnya listrik 450 VA digratiskan dan diskon 900 VA, ini dapat menggerakkan sektor konsumsi.

"Ini semua dilakukan pemerintah yang tentunya berharap supaya masyarakat konsumsi, karena dengan konsumsi, kita ketahui ekonomi Indonesia sangat bergantung dengan konsumsi rumah tangga, ini lah bagaimana untuk meningkatkan konsumsi dengan bantuan tunai," ucapnya.

Baca Selengkapnya: Sektor Ritel Tumbuh 10%, Pengusaha Harap BLT Pacu Daya Beli

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini