Share

Harga Minyak Turun Lagi Dipicu Data Pengangguran AS

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 320 2272409 harga-minyak-turun-lagi-dipicu-data-pengangguran-as-d0yCyJf78M.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Harga minyak kembali turun pada perdagangan Kamis, karena data pengangguran di Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi akan lambat. Selain itu, data permintaan bahan bakar AS juga menurun.

Minyak mentah Brent turun 30 sen atau 0,7% menjadi USD44,13 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate ditutup 14 sen, atau 0,34%, lebih rendah pada USD41,37 per barel.

Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran mencapai 881.000 orang. Klaim lanjutan tetap tinggi, dengan jutaan orang menganggur.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Hampir 3% karena Permintaan Bensin Turun

Data tersebut membuat kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi akan melambat. Di mana sehari sebelumnya, kedua patokan minyak, Brent dan WTI turun lebih dari 2% setelah data Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan permintaan bensin domestik turun menjadi 8,78 juta barel per hari (bph) dari 9,16 juta bpd seminggu sebelumnya.

"Pasar gagal bereaksi positif terhadap penurunan persediaan dan kemudian menyerah untuk akhir pekan," kata Analis Price Futures Group Phil Flynn, dilansir dari CNBC, Jumat (4/9/2020).

Baca Juga: Terendah Sejak 1985, Ekspor Minyak Arab Saudi ke AS Mulai 'Kering'

Analis juga memperingatkan bahwa pemeliharaan kilang yang akan datang dan akhir musim panas dapat membatasi permintaan minyak mentah.

Minyak mentah WTI pun berada di bawah tekanan, setelah penyuling AS akan tutup dan melakukan pemeliharaan selama beberapa bulan mendatang. Hal ini tidak diragukan lagi berdampak pada permintaan minyak mentah.

Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya, harga minyak balik melemah lebih dari 2%, karena permintaan bensin di Amerika Serikat (AS) turun. Indikasi ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi akibat pandemi mungkin lebih lambat dari yang diharapkan.

Data mingguan Pemerintah AS mencatat permintaan bensin lebih rendah dari minggu sebelumnya, mengabaikan data persediaan minyak mentah yang bullish. Hal inilah yang membuat harga minyak berubah negatif.

Minyak mentah Brent turun USD1,15 atau 2,5%, menjadi USD44,43 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate ditutup 2,9%, atau USD1,25, lebih rendah pada USD41,51 per barel. (fbn)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini