Soal Jam Malam di Jakarta, Ini Permintaan Pengusaha ke Pemprov DKI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 07 September 2020 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 320 2273795 soal-jam-malam-di-jakarta-ini-permintaan-pengusaha-ke-pemprov-dki-7BZGwYEV59.jpg Covid-19 (Okezone)

JAKARTA - Jumlah kasus baru Covid-19 di Jakarta masih menunjukkan tren peningkatan. Sebagai contoh, kemarin saja tercatat ada sebanyak 1.176 warga Ibu Kota yang terkonfirmasi positif virus corona.

Beberapa pakar epidemiologi menyarankan agar Pemprov DKI menerapkan kebijakan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut. Salah satunya jam malam.

 Baca juga: Penyaluran Anggaran PEN Perlindungan Sosial Akan Dirombak, seperti Apa?

Menanggapi hal itu, Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta Pemprov DKI mempertimbangkan secara matang jika ingin memberlakukan kebijakan tersebut. Pasalnya, geliat perekonomian Ibu Kota itu banyak yang dimulai pada sore hingga malam hari.

"Jangan terlalu buru-buru Jakarta (untuk jam malam). Pekerja kan pulang kerja pada ke kafe," kata Sarman saat dihubungi, Senin (7/9/2020).

 Baca juga: Anggaran Pemulihan Ekonomi Rp695 Triliun Bisa Terserap? Ini Kata Ketua Satgas PEN

Menurut dia, bila jam malam tetap dilaksanakan, maka hampir dipastikan bila kegiatan perekonomian akan berhenti total.

"Pembatasan tetap berlaku. Jam malam itu sangat mengendurkan transaksi ekonomi," ujarnya.

 Baca juga: Belum Ada Vaksin Covid-19, Sri Mulyani Akui Pemulihan Ekonomi Tak Strong

Dia menyarankan agar pemerintah menguatkan pengawasan terhadap setiap pelaku usaha seperti restoran dan hotel, karena kedua tempat usaha itu kerap kali melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

"Jadi memang khusus tempat usaha tertentu, hotel, reatoran, jangan sampai lengah oengawasan pemerintah," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini