Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hadapi Krisis Ekonomi, Indonesia Diminta Belajar dari AS dan Thailand

Kunthi Fahmar Shandy , Jurnalis-Selasa, 08 September 2020 |12:27 WIB
Hadapi Krisis Ekonomi, Indonesia Diminta Belajar dari AS dan Thailand
Krisis Ekonomi (Okezone)
A
A
A

Bukan hanya krisis AS, lanjut dia, pada saat krisis Keuangan Asia yang dimulai Juli 1997 ketika pemerintah Thailand yang saat itu dibebani utang luar negeri yang besar memutuskan untuk mengambangkan mata uang baht setelah serangan yang dilakukan para spekulan mata uang terhadap cadangan devisa negaranya.

Pada saat ini, kalau di Indonesia krisis ekonomi 1997-1998 akrab disebut krisis moneter (krismon), di Thailand disebut krisis tom yum goong. Dalam periode tersebut, baht melemah hingga 41,13%.

Disaat bersamaan, muncul angin segar berupa penawaran paket bantuan dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) pada 31 Oktober 1997. Dengan adanya bantuan dari IMF, Thailand memanfaatkan dana tersebut untuk membangkitkan proyek padat karya sehingga daya belinya meningkat tajam, perbankan juga kembali bergairah.

"Jadi dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun ekonomi Thailand bisa kembali pulih dan ini menarik karena keberhasilan AS hadapi krisis diikuti Thailand. Nah, dari sini kita bisa belajar krisis besar dunia dengan cara membangkitkan daya beli dengan begitu pertumbuhan ekonomi dapat kembali bangkit," ujar Didin.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement