JAKARTA - Dalam pertumbuhan ekonomi negara, konsumsi rumah tangga dan investasi memiliki peran yang sangat penting. Sumbangsih yang diberikan dari konsumsi pun mencapai 58% dan investasi sekitar 30%.
Menurut Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B Hirawan mengaku optimis mengenai pertumbuhan ekonomi pada kuartal III yang akan tumbuh positif atau minimal 0% sejak adanya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.
Selain itu, dirinya menambahkan bahwa pressure yang dilakukan oleh pemerintah saat ini sudah tepat terkait dua hal tersebut. Namun, dalam hal ini yang menjadi catatan yakni mulai dari bantuan sosial (bansos), bantuan UMKM hingga subsidi upah pekerja.
"Karena ada beberapa pihak yang menyebutkan bahwa memang fokus utama dari rumah tangga saat ini mungkin bukan konsumsi tapi mereka berusaha untuk melakukan investasi khususnya portofolio investasi sekarang semakin mudah, ada dana reksa, dan lain sebagainya yang tinggal menggunakan aplikasi," papar Fajar.
Baca Selengkapnya: 2 Sektor Penentu Ekonomi Indonesia, Resesi atau Selamat?
(Feby Novalius)