JAKARTA - Siapa yang tidak kenal dengan paprika? sayuran ini punya ciri khas warna yang menarik. Paprika, sayuran yang mudah ditemui dalam setiap panganan.
Biasanya sayur paprika ini dijadikan bahan masakan khas Eropa. Seperti pizza, pasta, sup, atau salad. Selain itu, sayuran paprika ini mudah lho untuk ditemui di supermarket.
"Paprika biasanya dijadikan bahan masakan untuk makanan khas Eropa dan jadi incaran rumah makan maupun supermarket," tulis Kementan dalam Instagram, Selasa (8/9/2020).
Baca Juga: Ciptakan Ketahanan Pangan di Rumah, Yuk Mulai Budidaya Wortel
Dan ternyata peluang dari pasar paprika ini masih terbuka sangat lebar. Tentunya hal tersebut menjadi kesempatan bagi yang ingin membudidayakan sayuran paprika.
Berikut beberapa cara pembudidayaan paprika seperti yang dilansir dari laman Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Selasa (8/9/2020).
Baca Juga: Cerita Sandiaga Uno Kena PHK hingga Jadi Orang Terkaya
1. Iklim ideal budidaya paprika.
Paprika dapat tumbuh pada iklim di dataran tinggi dengan suhu sekitar 25 derajat celcius. Sayuran ini akan tahan penyakit dan hama di ketinggian 750 mdpl.
2. Persiapan bibit.
Terlebih dahulu bibit paprika disemai agar berkecambah. Memerlukan waktu hingga dua minggu agar benih paprika dapat berkembang menjadi bibit yang dapat tumbuh dengan baik.
3. Pemindahan ke polibag.
Setelah menjadi bibit yang baik di usia dua minggu, paprika dapat dipindahkan ke polibag besar berukuran 30x35 cm.
4. Pemeliharaan.
Agar tumbuh subur,paprika perlu disiram dan dipupuk secara rutin. Pupuk yang sesuai dengan paprika berjenis pupuk organik cair.
5. Panen.
Paprika dapat dipanen setelah tiga bulan masa tanam. Setelah masa panen pertama, paprika akan jadi produktif selama 7 hingga 9 bulan sebelum diganti dengan bibit baru.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.