Kisah Karyawan PT Inti Tak Gajian 7 Bulan, Begini Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 320 2276876 kisah-karyawan-pt-inti-tak-gajian-7-bulan-begini-faktanya-JCAQEYhPwx.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA – Manajemen PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau Inti sedang diterpa isu tak sedap. Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dikabarkan tak sanggup membayar gaji karyawannya sejak Februari 2020 lalu. Penyebab utamanya karena perusahaan pelat merah itu sedang mengalami kerugian bisnis hingga membuat arus kas negatif.

Okezone pada Minggu (13/9/2020) merangkum fakta-fakta yang sebenarnya terkait isu karyawan PT Inti Tak Gajian sejak Februari 2020. Berikut rangkumannya :

Baca juga: Ternyata Gaji Karyawan PT Inti Belum Dibayarkan sejak Mei 2019, Kok Bisa?

1. Penundaan Gaji Terjadi Sejak Mei 2019

Manajemen PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau Inti membenarkan bahwa pihaknya menunda pembayaran gaji para karyawannya. Penundaan pembayaran gaji terjadi sejak Mei 2019.

"Namun begitu pihak manajemen tetap berusaha membayarkan gaji sesuai dengan kemampuan cash Perusahaan,” kata Direktur Utama Inti Otong Lip, dalam keterangan tertulis.

Baca juga: 7 Bulan Belum Terima Gaji, Bagaimana Nasib Karyawan PT Inti

2. Tiap Bulan Perusahaan Membayar Angsuran Utang Gaji ke Karyawan

 

Pada Agustus 2020, kata dia, karyawan telah menerima angsuran utang gaji untuk gaji bulan Februari 2020 senilai Rp 1 juta per pegawai.

“Pembayaran utang gaji secara bulanan terus dilakukan dan tercatat selama kurun waktu tahun 2020, setiap bulan ada pembayaran angsuran utang gaji hingga Agustus 2020," kata Otong.

3. Perusahaan Mengalami Tekanan Keuangan yang Cukup Berat

Otong menjelaskan, latar belakang perseroan menunda pembayaran gaji adalah akibat Cash Flow Operation (CFO) dan ekuitas perusahaan yang berada di posisi negatif. Kondisi tekanan keuangan yang cukup berat ini, menurutnya, sudah terjadi sejak lima tahun terakhir, terhitung sejak 2014 hingga 2019, di mana laba ditahan pada neraca perusahaan sudah negatif.

"Salah satu penyebabnya dikarenakan proyek-proyek masa lalu yang dikerjakan oleh perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar. Hal ini terus berlanjut hingga perusahaan memiliki utang non produktif mencapai 90%," ujar Otong.

4. Uang PT Inti Tertahan di 2 Bank BUMN

Staf Khusus Kementerian BUMN, Arya Sinulingga menyebutkan sejatinya perseroan memiliki simpanan uang di dua bank BUMN. Namun, bank tersebut menahan uang akibat PT Inti memiliki tagihan yang belum bisa dipenuhi. Namun, Arya Sinulingga tidak menyebutkan nama kedua bank tersebut.

Kementerian BUMN, kata Arya, telah meminta kedua bank untuk memberikan dana simpanan kepada PT Inti. Uang tersebut akan digunakan perseroan untuk membayar hak karyawan. Arya memperkirakan dana simpanan itu bisa cukup untuk membayar gaji sejumlah karyawan yang tertunda.

5. Ini Langkah Kementerian BUMN Menyelamatkan PT Inti

Langkah penyelamatan yang dilakukan Kementerian BUMN, dengan meminta kepada manajemen PT Telkom (Persero) untuk memberikan pembayaran terlebih dahulu kepada PT Inti dalam beberapa proyek kerja sama. Meski proyek tersebut belum mencapai target.

"Apa solusinya? Pertama adalah mereka (Inti) punya project di Telkom, ini pun sebenarnya belum mencapai target. Tapi kita minta supaya Telkom merilisnya lebih dulu, supaya kawan-kawan di Inti bisa terbantu secara finansial," ujar Arya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini