Begini Cara Menabung dan Investasi Jelang Resesi

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 14 September 2020 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 14 622 2277531 begini-cara-menabung-dan-investasi-jelang-resesi-kp8Gl3wqsJ.jpg Personal Finance (Shutterstock)

JAKARTA - Tabungan dan Investasi sangat penting untuk disiapkan dalam masa pandemi seperti saat ini. Investasi dan tabungan ini bahkan bisa berguna sebagai dana darurat ketika situasi buruk terjadi.

Belum lagi, pandemi virus corona juga belum diketahui pasti kapan akan berakhirnya. Sedangkan di sisi lain, ekonomi Indonesia juga kini berada di ambang resesi setelah minus 5,3% di kuartal II-2020 lalu.

 Baca juga: 4 Pos Penting dalam Mengelola Keuangan di Tengah Pandemi Covid-19

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, untuk tabungan dan investasi minimal anggaran yang harus disisihkan adalah 10% dari penghasilan setiap bulan. Artinya jika memiliki penghasilan Rp5 juta, setiap bulannya Rp500.000 harus disisihkan untuk menabung dan investasi.

“Kalau tabungan dan investasi paling sedikit 10% (dari penghasilan bulanan) minimal,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (14/9/2020).

 Baca juga: Pekerja Dapat BLT Rp1,2 Juta tapi Kena Potong Gaji, Masih Mau Belanja?

Menurut Safir, angka tersebut hanya sebagai patokan minimal. Artinya setiap bulanya bisa saja disisihkan lebih dari angka tersebut, namun tetap harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.

Menurut Safir, bagi beberapa orang ada saja yang menabung dan investasinya bisa mencapai 50%. Namun dengan syarat kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lainya sudah terpenuhi terlebih dahulu.

“Artinya lebih dari 10% boleh tapi jangan kurang. Tapi minimal 10%. Ada orang yang dia bisa nabung 30% ada yang penghasilannya besar sekali bisa sampai 50%,” jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini