Menko Luhut Beberkan Alasan Banyak Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 320 2278234 menko-luhut-beberkan-alasan-banyak-tenaga-kerja-asing-di-indonesia-uFWcdQ4Dav.jpg Menko Marves Luhut Binsar Pandajitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengungkapkan penyebab pemerintah banyak merekrut kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di tanah air. Hal ini seiring kekurangan ahli teknik.

Berdasarkan data Fakultas Teknik Universitas Indonesia, kebutuhan sarjana teknik di Indonesia mencapai 117.982 orang pada 2019. Sementara yang tersedia hanya 20.635 orang. Sedangkan untuk lulusan D3 teknik, kebutuhannya mencapai 194.183 orang dan yang tersedia hanya 5.242 orang.

 Baca juga: Bos Silicon Valley Ungkap Rahasia Besar Efek WFH vs Kerja ke Kantor

"Kalau orang ribut kenapa juga enggak pakai kita punya? Ini data kita ambil dari profesor Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Memang kita nggak punya Pak, kurang kita. Mungkin sarjana sosial hukum tapi di teknik kita kurang," kata Luhut dalam video virtual, Selasa (15/9/2020).

Dia pun menekankan pentingnya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah dalam transformasi ekonomi Indonesia.

 Baca juga: Sabar, Pendaftaran Kartu Prakerja Offline Masih Belum Bisa

“Hilirisasi ini punya peran penting karena memberi nilai tambah yang sangat bagus, mulai dari pajak, pendidikan, hingga potensi UMKM. Kita kan tidak mau terus-terusan mengandalkan komoditas,” katanya.

Menko luhut menambahkan, sektor hilirisasi mineral juga berkontribusi dalam menopang perekonomian Indonesia selama pandemi dan diyakini ketika nanti pandemi usai. Hal ini dikarenakan sektor hilirisasi tidak terdampak terlalu dalam dan ekspor produk turunan yang dihasilkan dari pabrik pengolahan semakin menunjukkan dampak positif.

“Hilirisasi nikel ini akan kita kembangkan sampai ujungnya baterai lithium dan mobil listrik. Di tahun 2024 kita harap sudah produksi lithium battery tipe terbaru yaitu 811, dan ada recycling programm juga untuk baterai itu,” tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini