Jakarta PSBB Lagi, Mohon Maaf Sri Mulyani Tak Tambah Bansos

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 320 2278269 jakarta-psbb-lagi-mohon-maaf-sri-mulyani-tak-tambah-bansos-HCAdEcr7tT.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram SMIndrawati)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum berencana memberikan tambahan bantuan sosial (bansos). Apalagi setelah DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan program bansos ini akan cukup hingga Desember. Artinya, belum ada rencana untuk penambahan bansos.

 Baca juga: Soal Operasi Yustisi, Erick Thohir: Jumlah Orang Tanpa Gejala Banyak

"Untuk saat ini belum ada bantuan bansos diperpanjang, karena bansos kita cukup hingga Desember 2020," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (15/9/2020).

Dia merinci tambahan bantuan yang diberikan pemerintah adalah bantuan produktif senilai Rp2,4 juta ke 15 juta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, subsidi gaji untuk pekerja anggota BPJS Ketenagakerjaan dengan gaji di bawah Rp5 juta per bulan.

 Baca juga: Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Tak Lockdown Bukan karena Pentingkan Ekonomi

"Sehingga dalam hal ini ktia belum tambah kecuali yang ditetapkan presiden yakni bantuan produktif 15 juta umkm, bantuan tambaha gaji di bawah 5 juta untuk peserta bpjs naker. Lalu PKH bansos Jabodetabek sembako dan non jabodetabek, itu semua sudah sampai desember," jelasnya.

"Dari sisi bansos, kita dengan adnaya bantuan presiden dari sisi produktif ke umkm, saya rasa terjadi kenaikan cukup besar. Utk dki maupun daerah2 yang selama ini kenaikan dukungan belanja sosial itu sudah cukup mencakup keseluruhan yang selama ini sudah disampaikan," jelasnya.

 Baca juga: Pengusaha Restoran Masih Bandel saat PSBB, Kadin: Sanksinya Berat Lho

Dia menekankan pemerintah adalah membuat jaring pengaman sosial agar bisa menjangkau masyarakat yang sangat membutuhkan.

"Sekarang fokusnya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan yang betul-betul membutuhkan mendapatkan bansos dan kondisi ekonomi bertahap dipulihkan. Sehingga keduanya bisa jadi faktor yang mendukung pemulihan ekonomi terutama masyarakat bawah," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini