Soal Operasi Yustisi, Erick Thohir: Jumlah Orang Tanpa Gejala Banyak

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 320 2278010 soal-operasi-yustisi-erick-thohir-jumlah-orang-tanpa-gejala-banyak-9az8dsg5Rn.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Dok BUMN)

JAKARTA - Pemerintah secara resmi menetapkan operasi yustisi, khususnya di DKI Jakarta saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II diberlakukan Anies Baswedan pada 14 September 2020 kemarin. Operasi ini untuk mengawal penerapan protokol kesehatan bagi masyarakat.

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) Erick Thohir menegaskan bahwa operasi yustisi bukan sikap represif pemerintah. Melainkan memperketat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

 Baca juga: Erick Thohir Tegaskan Pemerintah Tak Lockdown Bukan karena Pentingkan Ekonomi

"Operasi yustisi jangan disalahartikan represif. Ini akan diprioritaskan pada masyarakat, karena jumlah OTG (Orang Tanpa Gejala) banyak, OTG ini bisa mengakibatkan fatality (kematian) kepada masyarakat yang punya kondisi comorbid," ujar Erick, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

 

Langkah itu untuk menghindari terjadinya gelombang kedua Covid-19. Dia bilang, Protokol Covid-19 harus jadi prioritas karena pemerintah tidak ingin adanya second dan third wave yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

 Baca juga: Pengusaha Restoran Masih Bandel saat PSBB, Kadin: Sanksinya Berat Lho

Erick juga kembali menyinggung perihal pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang direncanakan digelar pada Desember mendatang. Terkait hal itu, pihak Erick sudah mengeluarkan pernyataan keras terkait penerapan protokol kesehatan di saat pelaksanaan pilkada.

"Kita kemarin undang calon-calon (kepala daerah), kita buat statement keras. Pilkada sukses, Covid-19 gagal, itu kegagalan calon pemimpin," katanya.

Erick Thohir memang tengah fokus untuk menekan angka penyebaran virus, terutama di 8 provinsi yang menyumbang jumlah kasus tertinggi. Jakarta, kata Erick, kapasitas testingnya memenuhi standar World Health Organization (WHO).

Kemudian, pihaknya juga menyiapkan tempat memadai untuk isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Kita juga siapkan isolasi pada OTG yang kebetulan juga perumahannya tidak memadai. Di Jakarta ada wisma atlet. Di tempat lain kita cari hotel-hotel," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini