Kabar Baik, Jumlah Kelas Menengah Indonesia Susul Korsel

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 16 September 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 16 320 2278517 erick-thohir-sebut-jumlah-kelas-menengah-ri-susul-korsel-jkTtBlYTYL.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, negara-negara yang diprediksi tumbuh pesat ekonominya adalah negara dengan penduduk kelas menengah atau middle income class. Adapun penduduk menengah di Indonesia sudah cukup banyak dan mulai menyusul Korea Selatan (Korsel).

"Kalau lihat data secara demografi jumlah middle income class kita terus tumbuh dari 7% ke 20% dan total 52 juta middle income di Indonesia ini sangat menarik. Kalau kita gambarkan dari 237 juta itu ada 52 juta adalah middle income. Dibandingkan negara lainnya penduduk Korea Selatan itu hanya 55 juta, lalu Afrika Selatan mencapai 56 juta bahkan Spanyol 46 juta," kata Erick dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).

Baca Juga: Jakarta PSBB Lagi, Mohon Maaf Sri Mulyani Tak Tambah Bansos

Dia melanjutkan, jika penduduk kelas menengah atau middle income class meningkat maka ekonomi Indonesia bisa tumbuh. Adapun diperkirakan penduduk kelas menengah akan mencapai 90 juta penduduk.

"Kalau total penduduk kita 237 juta dan middle income kita sepertiganya bisa middle income maka bisa mencapai 90 juta. Jadi kita punya market yang bessr bahkan lebih besar dan akan jadi negara besar," jelasnya.

Baca Juga: Soal Operasi Yustisi, Erick Thohir: Jumlah Orang Tanpa Gejala Banyak

Dia menekanan saat ini angka kemiskinan juga terus menurun. Hal tersebut memperkuat fundamental ekonomi akan menjadi kuat dalam menjadi negara yang besar.

"Kita lihat gini ratio kemiskinan menurun dan ini hal positif dan Indonesia diberikan alam yang luar biasa dari Allah dan sumber daya manusia dan alam. Kita bisa garap perkebunan, pertanian dan lain-lain. Kita di bawah equator yang mana negara kepulauan yang besar ini jadi hal positif dan jadi negara kuat dan berkembang," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini