Kabar Bahagia, Subsidi Bunga KUR Akan Diperpanjang

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279314 kabar-bahagia-subsidi-bunga-kur-akan-diperpanjang-f5W4CEVeyW.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah telah menggulirkan berbagai bentuk dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan korporasi. Hal ini masuk di dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa dukungan-dukungan yang digulirkan untuk UMKM berupa insentif perpajakan, subsidi bunga UMKM, penempatan dana untuk restrukturisasi kredit UMKM dan padat karya, penjaminan kredit UMKM, dan banpres produktif. Untuk korporasi, pemerintah juga memberikan bantuan berupa pembiayaan investasi pada korporasi, penjaminan kredit korporasi, serta PMN dan pemberian pinjaman BUMN.

 Baca juga: Perdana, Pertamina Ekspor 200 Ribu Barel Solar HSD ke Malaysia

"Kenapa korporasi juga diberikan bantuan? Ini juga merupakan salah satu upaya kami untuk menumbuhkan demand, karena UMKM tentunya juga butuh demand di masa pandemi seperti ini," ujar Iskandar dalam webinar Askrindo bertemakan "Dukungan Pemerintah dan Peranan UMKM Terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional di Era New Normal" di Jakarta, Kamis (17/9/2020).

Berdasarkan data SIKP hingga 15 September 2020, tambahan subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) telah diberikan kepada 7,90 juta debitur dengan baki debet Rp189,82 triliun.

 Baca juga: Jokowi Tambah Subsidi Bunga KUR, Ini Rinciannya

Dia menyampaikan, penundaan angsuran pokok paling lama 6 bulan diberikan kepada 1,37 juta debitur dengan baki debet Rp44,67 triliun. Selain itu, pemerintah juga berencana untuk memperpanjang masa subsidi bunga KUR ini.

"Jika semua lancar, pemerintah berencana untuk memperpanjang masa subsidi bunga KUR ini," ucap Iskandar.

Sejauh ini, perpanjangan jangka waktu dalam relaksasi KUR telah diberikan kepada 1,37 juta debitur dengan baki debet sebesar Rp43,77 triliun. Penambahan limit plafon KUR diberikan kepada 15 debitur dengan baki debet Rp2,46 miliar.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini