Pemerintah Minta Penjamin Kredit Harus Hati-Hati

Kamis 17 September 2020 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279380 pemerintah-minta-penjamin-kredit-harus-hati-hati-7JsPq0tQ4w.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah meminta lembaga penjamin kredit PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo agar berhati-hati. Terutama dalam menjamin kredit nasabah yang diajukan oleh pihak perbankan.

Hal itu diutarakan oleh Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir. Dirinya melihat bahwa bisnis penjaminan kredit harus sangat hati-hati di masa pandemi COVID-19 saat ini.

 Baca juga: Industri Asuransi di Tengah Corona, Sulit Berkembang jika Face to Face

"Jangan ada bank melempar kreditnya, langsung ditangkap. Karena pasti bank itu saat melempar risiko kredit dengan menutupnya melalui asuransi, pasti dia sudah menghitung-hitung karena risikonya tinggi," ujar Iskandar dalam webinar, Kamis (17/9/2020).

Kata dia, Askrindo dan para penjamin kredit lainnya harus semakin jeli dan teliti dalam menangkap kredit dari pihak perbankan, dan menghitungnya secara lebih seksama.

 Baca juga: Pengembangan Insurtech Dihantui Pembocoran Data

"Karena ke depan hal itu bisa menimbulkan klaim yang besar bagi asuransi," ujarnya.

Karenanya, Iskandar berharap bahwa Askrindo bisa ikut mengantisipasi besarnya dampak dan risiko dari pandemi COVID-19. Khususnya di sektor keuangan dan kredit perbankan.

Berbagai upaya antisipasi dan mitigasi risiko harus lebih digencarkan, antara lain dengan lebih memperhatikan perkembangan berbagai sektor bisnis dan industri, serta kebijakan-kebijakan apa yang dikeluarkan pemerintah di masa sulit seperti saat ini.

"Maka cobalah lihat sektor-sektor apa saja yang terdampak COVID-19, dan bagaimana kebijakan yang dilakukan pemerintah supaya bisa menangkap peluang daripada bisnis perasuransian ini," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini