Obrolan Ahok dan Erick Thohir soal Transformasi BUMN

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 05:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279631 obrolan-ahok-dan-erick-thohir-soal-transformasi-bumn-ioNg5DMr1u.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Sebagai langkah untuk menjaga kinerja perseroan pelat merah yang efisien, kompetitif, dan transparan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya transformasi sejumlah BUMN dengan segera dan tidak bisa ditawar, hal ini dikatakan seusai dirinya melakukan pertemuan dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Salah satu langkah yang harus dilakukan ialah merapikan struktur sejumlah perusahaan negara, mulai dari jumlah pejabat yang bertugas hingga jumlah BUMN. Dirinya pun mengatakan, tidak mungkin untuk mengawasi dan mengkoordinasi 142 BUMN, maka dari itu suka tidak suka, BUMN yang tidak kompetitif akan dikecilkan.

 

"Ibarat punya tiga anak, tidak mungkin dibeda-bedakan, anak nomor satu, dua, dan tiga, semuanya sama. Namanya juga anak. Tapi, kalau anaknya 142 juga kebanyakan, tidak cukup, makanya ada kluster satu, kluster dua dan danareksa PPA," kata Erick.

Transformasi BUMN, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh direksi saja, namun juga dukungan dari tim yang kompak. Jika bukan pihaknya yang melakukan transformasi, lantas siapa lagi yang diharapkan.

"Ketika saya ditanya success story rahasianya apa? Ya, karena tim saya, karena Wamen saya, Sesmen saya, Deputi saya, bukan saya sendiri dan kita taruh orang terbaik di negeri ini supaya bisa kasih lihat, persepsi BUMN bobrok itu salah," ujarnya.

Baca Selengkapnya: Usai Ketemu Ahok, Erick Thohir: BUMN Tak Kompetitif Akan Dikecilkan

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini